Wednesday, March 24, 2010

Berburu Buku Bekas


Kapan tulisan terakhirku di sini? Ups! Tepat sebulan yang lalu! Memalukan sekali produktivitasku dalam menulis belakangan ini. Padahal tadinya aku memiliki target sejumlah tulisan untuk dua tahun ngeblog di bulan Mei mendatang. Dan padahal (lagi), banyak sekali kejadian menarik yang kualami untuk dibagi kepada para sahabat narablog. Tapi apa daya, justru kejadian-kejadian itulah yang mendominasi waktuku sehingga tidak sempat bersambang di blog, apatah lagi menulis. Belum lagi koneksi internet yang entah kenapa belakangan really got my nerves.
Well, enough complaining. Self pity and excuses will take you nowhere. Yang jelas mulai sekarang aku akan berupaya untuk tetap menulis. Maksudnya kalau segala pekerjaan (termasuk PR menulis) di dunia nyata sudah terlunasi tentu! Hehe! Alasan lageee...
Salah satu kesibukan yang sangat kunikmati saat ini adalah mempersiapkan ruang buku di rumah. Melihat tumpukan kardus buku yang begitu banyak, apalagi setelah semuanya dipindahkan dari rumah ibu, terbit rasa kuatir kalau-kalau buku-buku itu menjadi lapuk oleh lembab dan rayap. Maka tanpa menunggu rezeki untuk bisa membeli seperangkat lemari HermanDexter *halah*, aku pun melengkapi ruangan dengan lemari buku seadanya untuk bisa menampung semua buku yang ada. Namun memang, tetap tak tertampung juga. Hiks.
Entah apa magnetnya, rasanya tak pernah bisa berhenti membeli buku. Walaupun daftar bacaan sudah demikian menumpuk entah kapan ada kesempatan untuk menyicilnya. Tapi membaca memang tak semestinya dianggap beban, toh? Dinikmati saja.
Yang tak kalah menarik adalah mengoleksi buku. Ke mana pun, berbelanja buku tak pernah dilewatkan. Begitu pun bila mengharapkan oleh-oleh atau hadiah, teman-teman cukup menanyakan judul buku dan siapa pengarangnya; saat sang teman sudah tiba di kampung halaman, buku yang diminta pun sudah tersedia di atas meja.
Mengapa aku sangat memerlukan berburu buku di berbagai tempat? Sebab utamanya adalah belum ada toko buku yang mampu memenuhi hasrat memiliki buku-buku impor di kotaku. Yeah, lame! Bukan sok kemelinggis, sih, tapi menurutku ini adalah salah satu cara mempertahankan dan meningkatkan kemampuan berbahasa asing. Kalau tidak dipelihara, kemampuan berbahasa—yang memang perlu pembiasaan agar terampil—akan menurun. Jadi jangan heran bila suatu saat kita mikir, “Doh! Kenapa sekarang nggak bisa cas cis cus lagi, ya?” Lha wong perbendaharaan katanya gak ditambah, kemampuan tata bahasanya gak ditingkatkan, keterampilan memahaminya juga gak dipelihara.
Karena selalu mengharapkan oleh-oleh buku dari siapa pun, seorang teman pernah mengusulkan agar aku mengoleksi e-book saja. Selain bisa diperoleh gratis (eits!), e-book juga lebih green. (Alasan terakhir sambil ngejek sih, mengingat mereka mengenalku sebagai orang yang mikir: mana yang lebih hemat energi, pake paper towel atau hand dryer setelah cuci tangan?)
Betapapun hijaunya, untuk urusan buku aku lebih memilih yang konvensional. Buku ya buku, yang terdiri dari lembaran kertas bertulisan. Mencium baunya saja sudah bikin semangat. Ya nggak? Lebih disukai yang paperback, lebih ringan di jinjingan maupun di saku.
Tapi ada yang lebih ringan dan hijau, nggak basa-basi, yakni berburu buku bekas! Alhamdulillah ada seorang pecinta buku yang cukup edan untuk menjual berbagai koleksinya yang keren secara online, sehingga kesulitan menemukan buku bekas dengan kualitas baik pun bisa terpenuhi. (Tapi soal betapa dia tega menjual koleksinya masih menjadi keherananku hingga kini. Kok bisa sih, Fan? Padahal aku belanja dari kamu tuh dengan tujuan untuk menambah koleksi. Lha kamu malah mengurangi)
Okelah, dia pasti punya alasan sendiri yang mantap. Lebih asyik lagi, buku-buku yang dijual itu telah dikunyah lebih dulu oleh si kutu buku, sehingga kita bisa membaca resensinya agar tak keliru membeli. Ingat kan kalau ke toko buku calon pembeli cenderung untuk mengambil waktu sebentar buat quick scanning buku yang diminati, bila menarik baru dibeli? (Sayang Gramedia tidak menyediakan lagi bangku-bangku di tokonya, padahal hanya toko buku ini harapan paling banter di kotaku. Kalau saja mereka belajar dari Konokuniya atau Borders atau toko-toko buku besar lainnya. Bahkan Basement di LN yang terkenal menjual buku-buku murah aja menyediakan ini kok!)
Tak tanggung-tanggung, si kutu buku ini juga mengadakan program bagi-bagi buku gratis, yang pemberitahuannya pertama kali justru kuketahui melalui twitter. Sebentaaar... Menjual buku koleksi saja aku tak tega, apalagi membaginya secara gratis? Duh, aku pelit banget yak? Atau dia yang memang eduuun...
Sudahlah. Mungkin aku memang pelit. Tapi cewek edan ini mau tak mau telah membuka mataku bahwa ternyata hobi membaca bisa memberikan keuntungan ganda: menikmati banyak buku, sekaligus memperoleh uang dari hasil menjual kembali buku-buku yang sudah dibaca. Haha. Hebat deh. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi sehingga promosi dapat dilakukan maksimal dengan biaya yang irit. Tambahan, tak perlu buka toko karena penjualan bersifat online. Siapa sih gurumu, Fan? *kagum*
Nah, bicara soal buku bekas, e-book, dan jualan online, mari kudengar pendapatmu.***

101 comments:

  1. Kalo baca ebook, mata saya lebih cepat 'pegal'. Tak bisa sambil tidur2an pulak. Lebih suka baca buku aja ah.

    ReplyDelete
  2. Sama Un, klo udah soal buku sulit untuk menahan keinginan untuk membeli.. Padahal masih banyak buku yang antri buat dibaca *sigh*

    PS: udah komen nih, jadi jangan digaruk yak :P

    ReplyDelete
  3. setiap main ke kota besar mana gitu, un, saya selalu nyempetin nyari informasi pameran buku. biasanya kan ada yang jualan buku-buku bekas bermutu tuh..

    lumayan kadang2 dapet yang keren. paling keren saya ketemu "Ivanhoe" hardcover. yang covernya warna merah bergambar the three lions. tapi bahasanya kayak romeo juliet gitu ternyata.. haha... masih pake "thy" "thou shall" gak jelas gitu. alhasil sampe sekarang belum kebaca-baca juga.

    tapi untung aja di jogja ada periplus. toko buku berbahasa inggris buat nyari buku-buku bahasa linggis yang masih segar. :D

    ReplyDelete
  4. Saya juga suka beli buku mbak. Tetapi sekarang buku2 tersebut sudah tertata dengan rapi di lemari-lemari buku yang luks **halaah** yang masing-masing lemari tingginya kira2 10 feet gitu. Tapi toh, kebiasaan negatif 'baru' justru timbul dari adanya lemari-lemari tersebut. Pengorganisasiannya biasanya buku2 yang lebih tua ditaruh di rak yang atas2, yang ngambilnya aja harus pakai tangga mini. Justru itulah masalahnya, terkadang udah diambil dan selesai dibaca, malas dikembalikan lagi ke tempat asalnya! Walhasil udah sekian lama, buku-buku tersebut akhirnya bergeletakan juga lagi di meja kerja!!!

    Entah kenapa saya juga masing senang membeli buku. Padahal teman2 saya bilang, kan sekarang udah ada e-book atau wikipedia atau Internet, buat apa beli buku lagi?? Ya... entah kenapa.... mungkin kalo buku biasa bisa dibawa ke mana saja tanpa harus ada colokan listrik apalagi kalau bacanya lama. Lantas, pengorganisasian bacaan lebih terorganisir kalau membaca buku konvensional jikalau ingin menyelami suatu topik. Nah, berangkat dari buku tersebut jikalau ada subtopik yang ingin diketahui lebih lanjut lagi, biasanya baru deh saya lihat di Internet...

    ReplyDelete
  5. Kalo Putri lebih senang yang buku konvensional, bu...
    Lebih bisa ditatap..dibawa tidur..ringan dibawa kemana-mana...
    Kalo ebook..bawanya berat... :D
    Kecuali ebook yang udah diprint terus dijilid *tetap aja dijadikan dalam bentuk konvensionalnya..he..he..*

    ReplyDelete
  6. Sama, waktu SMA-Kuliah dulu kayaknya doyan banget sama ebook jadi apapun dilahap, pas uda kerja ngadep komputer seharian lebih prefer buku-kertas-tebel-fisik-yang bisa dipegang :)

    Di Bali sini sih ada banyak toko buku import bekas yang jual buku dari kisaran 15rb - 80rb yang suda jadi langganan, malah mas-mas yang jaga bisa diajak ngobrol buat rekomendasi buku mana yang bagus dan sesuai selera

    ReplyDelete
  7. Bundo yakin bentar lagi dirimu akan mengikuti jejak mba fanda yang edun itu. Dan biarkanlah bundo jadi orang pertama yang di sms-in untuk mendapatkan buku-buku itu. pliisss..

    sebulan yaa..? huh! narablog macam apa ini..?!! padahal hanya perlu beberapa menit saja bagimu untuk menulis. Tapi mengingat kesibukanmu bundo terpaksa memaklumi, asal dirimu sehat-sehat saja, tidak diare melulu. itu sudah cukup.

    Selamat datang lagi, cantik..!

    ReplyDelete
  8. Aku datang mbak, takut digaruk!!
    Sebenarnya aku gak seedan itu kok... Tapi emang gila (hahaha). Gila baca maksudnya. Buku-buku itu gak melulu koleksiku aja. Ada yang hasil hunting, ada yang dari koleksi teman juga yang dijual. Kalo mau jujur, sayang untuk jual atau memberikan koleksi buku. Tapi, aku berpikir praktis aja, rumahku sudah penuh sesak, dan space buat naruh buku sedikit sekali.

    Makanya, hanya buku-buku yang benar-benar aku gilai aja yang aku simpan sampe sekarang, sisanya yang toh aku gak akan baca lagi kedua kalinya, mendingan aku jual aja. Duitnya bisa buat beli lebih banyak buku lagi (serakah ya? Emang iya when it comes to books!).

    Btw, thanks udah terbit tulisannya yah. Eh, mau pilih buku yang mana ya buat hadiahnya?

    ReplyDelete
  9. Kalau pendapat tentang hal2 yang berhubungan dengan buku, saya nggak ikut2 karena memang nggak bisa berpendapat...

    Saya hanya baca2 saja sambil belajar di sini.
    Belajar dari tulisannya maupun dari komentatornya.

    Selamat berburu dan menata koleksi buku2nya Mbak...

    ReplyDelete
  10. Aku sudah mulai membatasi beli buku. Jadi lebih rasional lah ecek2nya. Di samping buku yang ada aja belum dibaca semua, budget juga menjadi pertimbangan. Dengan adanya e-book yang berseliweran di internet dan paman google, memang nafsu membeli buku bisa dikurangi, terutama yang bersifat informasi. Kalau buku fiksi memang lebih enak dibaca dalam format kertas.
    btw, aku setuju dengan Uni yang kemingglis itu. Kalau tidak terus dibiasakan bisa hilang. Hal ini terjadi pada bahasa Arabku. Banyak kosa kata yang hilang karena tidak dipergunakan. Memang kalau untuk memahami Alquran dan Hadits masih bisalah. Tapi kalau untuk berpidato pake bahasa Arab, wah sudah nggak bisa lagi. Apalagi kalau dipakai membaca koran Arab, banyak kosa kata yang berkembang.
    Kesimpulannya, aku mulai membatasi membeli buku kecuali kalau memang luar biasa...
    Kalau sekadar untuk koleksi kayaknya aku nggak bakat. Yang penting isinya bisa diambil, bagiku sudah cukup.
    Udah ya komennya kepanjangan....
    Btw, proyek menulis novelmu mulai jalan kan?
    Dari postingan Kampung Blagu kayaknya dokter satu ini memiliki bakat besar di penulisan novel yang siap meledak.

    ReplyDelete
  11. Sekarang zaman udah canggih, buku tidak harus kertas tapi juga dalam bentuk elektronik. Kenapa nggak coba print berjuta-juta eBook yang ada di jagat maya trus di jilid dgn cantik untuk di pajang jadi "buku"...nggak perlu berburu kemana-mana kan? cukup duduk manis dimuka komputer dan click...

    ReplyDelete
  12. Di Padang sejak gempa terjadi tempat berburu buku bekas hancur, sekarang saya berburu majalah bekas aja susah...apalagi NATIONAL GEOGRA ndak ada lagi hik hik hik

    ReplyDelete
  13. AKHIRNYA diapdet juga... *padahal dirinya sendiri udah lama ga apdet*

    Aku jadi kepengen maen ke rumahmuuu..
    Duh, kalo aku mah sifatnya jelek. Dikasih buku sama orang kesenengan, tapi kalo ngasih buku ke orang, mikirnya ngalah-ngalahin Newton waktu sedang memikirkan gravitasi...

    Betewe, kau harus berkenalan dengan K'Alfi!! Dia juga hobi berburu buku bekas...
    Check her out di http://mave.wordpress.com/
    atau di blog resensi bukunya dia, di
    http://bookquickies.wordpress.com/
    Eh, atau jangan-jangan kalian sudah saling kenal yak?

    ReplyDelete
  14. Aku suka baca...apalagi yang tebal..rasanya menatang untuk diselesaikan. Sampai terheran2 kok bisa orang nulis sebanyak ini ya? Masa aku g bisa nulis?

    ReplyDelete
  15. wah...wah...mantap nih...berburu buku

    ReplyDelete
  16. Rumahku berantakan..buku berserakan dimana-mana...kadang seperti kang Yari, males lagi mengembalikan.
    Dan penyakit males makin mendapat pemakluman dikala kita sibuk pekerjaan sehari-hari...
    Ya udahlah yang penting bisa menikmati...

    ReplyDelete
  17. e-book? inilah bodohnya saya, meski juga tak enak rasanya membaca lewat layar komputer--kecuali jika diprint sendiri. buku di tangan, lebih mantap!
    jualan online? masih senang dgn yg konvensional. ada barang di depan mata, ada duit di saku celana.
    beli buku? gak ketulungan... sampe istri bingung menata buku2 yang tak terbaca.
    salam hangat dari banjarmasin.

    ReplyDelete
  18. Baca e-book bikin mata cepet lelah dan cepet ngantuk. Emang enak baca buku konvensional.

    ReplyDelete
  19. Hampir sebulan, saya nggak update blog dan nggak blogwalking. Kirain, saya pasti banyak ketinggalan tulisan2 Uni. Welah. Ternyata sami mawon dengan saya.

    Saya juga lagi mengumpulkan buku-buku punya saudara2 yang dulu dibeli saat kuliah. Ya, lumayan. Nambahin koleksi. Daripada rusak dimakan rayap. Meski nggak pake Herman Dexter, yang penting rak buku saya bisa dipake untuk nongkrongin buku dan mudah nyarinya.

    ReplyDelete
  20. hehe.. klihatannya itu penyakit bukan kutu buku, kepuyuk [kecoa] buku keknya...

    ReplyDelete
  21. kenapa ya... kayaknya banyak banget yang bermasalah dengan males ngeblog? hehe... btw, gw kok sekarang malah males ya baca buku yang konvensional.. secara di internet segala informasi ada...

    ReplyDelete
  22. wah, tumpukan bukunya mestinya bisa dibagi kepada saya uni, tapi kalau nggak mau apa dibuat sebagai warisan aja kelak? he he

    ReplyDelete
  23. Pengen main ke rumahmu, Bidadariii...
    Pengen nongkrong di rumahmuuuuu
    Pengen nginep di rumahmuuuu

    ReplyDelete
  24. Inget Buku Bekas ...
    Inget Kwitang ...
    (itu lho ... salah satu setting film Ada Apa dengan Cincah ...)

    Salam saya

    ReplyDelete
  25. mau tau soal toko online? kunjungi saja lapak saya uni, hehehe... :D

    tau kan alamatnya? ;)

    ReplyDelete
  26. Demi uni.. aku mengalah!
    Gak ikutan posting soal ini :D
    kalo menang, bagi koleksi buku uni yang lain yaaaa ;)

    ReplyDelete
  27. emang berburu buku bekas ada keasyikan tersendiri, apalagi menemukan buku yang sudah sulit ditemukan di toko buku ...

    ReplyDelete
  28. apa kabar bu
    memiliki buku yang bembackup pengetahuan kita rasanya lebih bahagia daripada memiliki..........
    makaci bu, jadi pingin juga koleksi buku....kaya ibu, heeh

    ReplyDelete
  29. Sama,mbak. Saya juga lebih suka buku konvensional. kalau e-book nggak bisa dicoret2 atau distabiloin :P

    ReplyDelete
  30. datang lagi, kirain ada posting baru, hehehe..

    ReplyDelete
  31. Di BlogCamp terdapat foto para peserta acara SupermanShow-Aksi dan Kreasi sebanyak 10 orang dengan lagak dan gaya mirip atau dimirip-miripkan Sang Idola. Gambar diatur secara acak dan diberi nomor undian.Pilih 1 diantara 10 foto favorit anda dan dapatkan hadiah yang menarik.

    ReplyDelete
  32. Buku bekas tetap sama manfaatnya yaitu ilmu.
    Tapi harus dirapikan lagi agar bersih bu dokter.
    Salam hangat dari Plesiran-blog untuk promosi wisata.
    Jika punya cadangan tulisan tentang pariwisata silahkan dikirim via email kepada kami. Tersedia buku yang menarik bagi artikel yang di publish di blog Plesiran. Namun artikel yang sudah diserahkan tidak boleh diterbitkan di sityus atau blog manapun guna menghindari duplicated content yg bisa merugikan kedua belah pihak.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  33. Saya banyak buku bekas. Mau beli bu dokter ??
    Harga dibanting kok.
    salam hangat dari Andhok-pusat resto dan makanan.

    ReplyDelete
  34. kalau saya, jarang beli buku bekas. kecuali buku pinjaman hehee..
    atau buku bekas saya yang lama kutaruh di rak buku.. kadang2 saya bongkar2 lagi

    ReplyDelete
  35. wah dah lama ngga berkunjung kesini..
    memang kesibukan kadang membuat kita ngga sempat melakukan apa yang ingin kita lakukan...

    ReplyDelete
  36. Jujur bagiku nggak ada asyik2nya baca e-book. Kalau pegang buku dan membaca ada sensasi tersendiri.

    ReplyDelete
  37. aku punya account google books pernah aku tuliskan disini uni http://ria.choosen.net/2008/11/24/membuat-perpustakaan-dengan-fasilitas-google-books/
    selain karena praktis, aku juga bisa membaca buku2 lama yang terdapat disana dan tidak perlu menyediakan space.

    aku juga menikmati mengoleksi buku dan mendapatkan hadiah buku *kapan uni mo ngasih aku buku? :P*

    ReplyDelete
  38. iya, uni, lebih asyik buku konvensioanl dari pada yang softcopy. gak enak rasanya kalau baca buku itu tidak dipegang fisiknya. kan bisa sambil tiduran dan guling2 bacanya. hehe

    kapan2, diposting juga buku2 apa saja yang sudah dibaca, uni. buat menambah referensi buku2 yang enak buat dibaca. hehe

    ReplyDelete
  39. dan ternyata kita memiliki hobby yg sama tante,, suka ngoleksi buku,, saya g tau knp setiap kali k mall pasti berujung di gramed.. bukan karena isi bukunyam bukan karena cover bukunya, tapi karena buku itu sedniri yg memanggil saya harus membelinya.. dan dengna kantong yg sangat tipis saya rela asalakan dapad bebrapa judul buku itu... wedeeww...

    ReplyDelete
  40. Aku juga suka buku Mbak..! Saking banyaknya buku yang dibeli jadi bingung mau ditaruh di mana lagi? Abis, rumahku sempit..!

    ReplyDelete
  41. alo alo alo.. sibuk ngetwitt ya??

    ReplyDelete
  42. kalo koleksiku sebagian besar dah hancur, diterjang banjir... :(

    ReplyDelete
  43. Sal juga suka baca buku, sering tukeran ma temen

    Lam kenal aja

    ReplyDelete
  44. Pa kabar uni? lama tak mampir nih :)
    Beli buku? numpuk ga ada tempat? tapi tetep beli? kita sama rupanya...hehehe. Dari hard copy sampai e-book juga aku lahap, kalau dompet sedang puasa...e-book adalah pemuas dahaga membaca dan banyak banget ebook menarik yg bisa kita dapat dengan free. Aku punya keinginan bikin website yg sedia e-book untuk children...tapi masih belum sempat direalisasikan. Untuk ngunduh nanti ada biaya tapi murah meriah, mencerdaskan bangsa, menyalurkan hobby sekaligus mencari rejeki...heheheh

    ReplyDelete
  45. saya mau baca, tapi males beli buku.

    :)

    ReplyDelete
  46. Curhat:
    Sama kaya Indira, lama gak mampir!
    Sama kaya kamu (sebenarnya lebih parah), lama gak nulis di blog!

    Aku tentu lebih senang baca buku cetak dibanding baca ebook. Ebook tu bikin mata jadi sakit, merah, terasa panas, dan kering.

    Walaupun demikian aku teteup hobi ngumpulin free ebook. Soalnya banyak ebook yang berkategori educational atau science yang bagus-bagus yang bisa kudapatkan di internet. Bahan kaya gitu susah nyarinya dalam bentuk cetakan di negara kita, trus aku gak kebayang berapa harganya. Dulu waktu masih di SBY aku suka pinjam buku-buku macam begitu di perpustakaan kampus, kufotocopi dan kujilid bagus-bagus, dan sampai saat ini masih terus kusayang-sayang.

    Kalau ebook bidang biology, bisa kuambil gambar-gambarnya dan dengan sedikit editing, kugunakan untuk bikin soal atau diktat (bahan pembelajaran), bagus warna-warni.

    ReplyDelete
  47. @ indira

    Saya juga punya rencana yang sama, bikin ebook bagus, trus dijual murah. Tapi kesulitannya, aku gak bisa teknisnya. Maksudku gak ngerti cara menjualnya. Aku sudah mencoba bikin dua ebook pembelajaran dan kutayangkan diblogku, isinya gak bagus sebenarnya (he..he.. karena hanya dibuat dalam hitungan jam saja, gak serius) tapi ternyata sudah banyak yang download padahal baru dipasang beberapa hari yang lalu. Aku bisa pantau berapa banyak orang yang download karena kuhosting di ziddu, bukan di wp.

    Aku juga punya rencana bikin ebook cerita anak terjemahan, di mana di dalamnya akan kuisi dengan gambar-gambar ilustrasi hasil lukisanku sendiri.

    Ini rencana sih... rencana... he..he...
    Tapi ya itu, sekarang aku agak lebih sibuk dari beberapa waktu lalu.

    ReplyDelete
  48. Uniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!!!

    *aku cuma pengen teriak aja kok Uni, sambil numpahin gelas isi kopi lagih*


    wekekekekekeke

    ReplyDelete
  49. stujaaa....buku konvensional ga ada ngalahin, capek mata liat monitor klo baca lewat e-book...


    Sebenarnya saya ga gila baca, tapi kakak yg gila baca, tiap bulan pasti beli buku,,,jd dirumah byk koleksi buku.. :D

    ReplyDelete
  50. Salam Kenal, cerita bagus, lebih banyak nulis tambah betah disini

    ReplyDelete
  51. uniiiiiiiiiiiiiii.........

    where are you.. kangen

    ReplyDelete
  52. Saya ingin sekali membuat cerpen2 saya dlm bentuk eBook. mudah2an banyak yg suka hehehehe

    ReplyDelete
  53. mampir ... moga sehat dan baik keadaannya.

    ReplyDelete
  54. nampaknya rumah ini sudah lama ditinggalkan.

    ReplyDelete
  55. Buku memang nggak ada matinya, pengetahuan,wawasan sekaligus kenikmatan.
    Salam jepret,mbak!

    ReplyDelete
  56. salam kenal
    apa kabar bu
    kok nggak update ya

    ReplyDelete
  57. halo halo..
    aku juga suka beli buku daripada versi digitalnya, ngga ada bau kertasnya.. heheh..
    salam kenal :)

    ReplyDelete
  58. Membaca pakai e-book bikin mata cepet lelah dan ngantuk. Lebih enak membaca pakai buku konvensional, bisa sambil leyeh-leyeh atau tiduran. Salam membaca.

    ReplyDelete
  59. Bagi aku bacaan itu kebutuhan pokok nomor 6, bayangin aja kalo ngga ada di baca? Jadi biar sebagaimana bokeknya pun kebutuhan yang terakhir ini diusahain terpenuhi,tapi

    ReplyDelete
  60. beli buku bisa karena memang pengen baca tapi kadangkala juga karena lapar mata alhasil buku numpuk di rak antri buat di buka...ebook belum begitu suka karena ga bisa ditaruh di bawa bantal kalo pas baca ketiduran :P

    ReplyDelete
  61. blogwalking tetep rajin... twitter juga... tapi ngeblog kayaknya udah dilupakan ya mbak? :))

    ReplyDelete
  62. Kalau tidak dipelihara, kemampuan berbahasa—yang memang perlu pembiasaan agar terampil—akan menurun.

    betul sekali. juga pernah mengalami ini. dulu waktu smp cas-cis-cus ngomong english. tp skrg.., hmm..., jangan tanya deh.., hehehehe...

    ReplyDelete
  63. Wah, iya, Mbak, saya juga merasa susah sekali tidak membeli buku ketika punya uang, meski itu sedikit saja.

    Dulu, ketika kuliah, saya dan juga teman kos saya, lebih rela lapar lantaran belum makan, daripada lapar ilmu kerena tidak membeli buku.

    Meski sudah dimarahi teman lain gara2 kalap beli buku sehingga uang habis dan akhirnya tidak bisa makan, tetap saja tidak kapok.

    Saking tidak enak, kadang buku baru yang dibeli kami sembunyikan khawatir ketauan teman lain yang merasa bahwa kami ini keterlaluan kalo udah ngeliat buku, apalagi murah bukunya..

    Pendek kata, kami kecanduan buku.
    Jika kecanduan dilarang, seharunya kecanduan buku juga perlu dilarang lantaran bikin mahasiswa banyak yang tidak makan :p

    Soal e-book, bergantung konteks. Khusus buku impor tertentu (baik itu karena mahalnya keterlaluan maupun rujukan) dan ensklodedia kami mengusahakan yang elektronik. Karena buku rujukan jumlahnya banyak, dan ensiklopedia berat dan berjilid2, dengan format elektronik itu memudahkan kami jika hendak riset di luar kota atau sedang dalam bepergian jauh karena tidak perlu bawa beban yang na'udzubillah..

    ReplyDelete
  64. itu temennya keren yah, sampe bagi2 buku gratis.

    Gimana dengan ruang bukunya? mana skrinsutnya? :D

    Kalo saya, gak terlalu suka baca buku. mood2an. Entahlah, bagaimana caranya biar bisa suka banget. Iri aja ngeliat orang yang rajin berburu buku *tepok kepala sendiri*

    ReplyDelete
  65. Amazing artikel…. Semoga saya bisa praktekan tipsnya dan berhasil

    ReplyDelete
  66. Terima Kasih, Tulisan yang sangat membantu. Salam Sukses!

    ReplyDelete
  67. Terima kasih atas pencerahannya, tulisannya menarik juga. Saya akan coba

    ReplyDelete
  68. aku paling senang dengan semua pengetahuan ini, terima kasih sudah berbagi ilmu

    ReplyDelete
  69. Setelah membaca Info dan Artikel, saya jadi ingin mencoba. Salam Sukses

    ReplyDelete
  70. Terima kasih atas Artikel dan Info yang selalu menambah wawasan.semoga sukses

    ReplyDelete
  71. Menarik, sangat Menarik Artikel dan Tipsnya. boleh dicoba. salam sukses

    ReplyDelete
  72. cemerlang Postingan dan Infonya.boleh dicoba. ditunggu info berikutnya. terimaksih

    ReplyDelete
  73. Tulisan dan Tipsnya sangat bermanfaat dan Infomatif. wajib dicoba. sukses selalu.

    ReplyDelete
  74. Tips yang cerdas cuma di Wibesite ini banyak kumpulan Artikel bagus. harus dicoba. salam sukses

    ReplyDelete
  75. Amazing artikel, Infonya bagus banyak mengandung Tips dan Pesan yang bermutu. salam sukses

    ReplyDelete
  76. Tips dan Info menarik, boleh dicoba, Semoga berhasil

    ReplyDelete
  77. Setelah membuka Wibesite ini, saya menemukan Artikel yang Amazing dan infonya boleh dicoba. Sukses selalu

    ReplyDelete
  78. Saya menemukan Artikel hebat di wibesite ini jadi ingin coba Tipsnya. Semoga berhasil

    ReplyDelete
  79. Artikel Menarik terutama Infonya, boleh dicoba. Salam sukses

    ReplyDelete
  80. Saya senang setelah membaca Tips dan Artikelnya, harus dicoba.Semoga berhasil

    ReplyDelete
  81. Info dan Tulisannya Amazing, boeh dicoba. Sukses selalu

    ReplyDelete
  82. Tips dan Info menarik, boleh dicoba, Semoga berhasil

    ReplyDelete
  83. Terimakasih Banyak Tips dan Artikelnya, boleh dicoba. Salam sukses

    ReplyDelete
  84. Terimakasih Artikelnya bermanfaat dan Infonya menambah Ilmu pengetahuan. Harus dicoba. Semoga berhasil

    ReplyDelete
  85. Ilmu yang bermanfaat dan berguna Cuma ada di Wibesite ini, terutama Tips dan Artikelnya. Jadi ingin coba. Salam sukses

    ReplyDelete
  86. setelah saya mencari cari di beberapa Wibesite , saya menemukan Artikel yang Bagus dan bermanfaat. Patut di coba, sukses selalu

    ReplyDelete
  87. Saat membaca Artikel dan Tipsnya yang benar benar menarik. Jadi ingin mencoba. Salam sukses selalu

    ReplyDelete
  88. Ide cemerlang saya dapat dari Artikel yang di buat di Wibesite ini, Wajib dicoba Tipsnya. Semoga berhasil

    ReplyDelete
  89. Wibesite yang menarik di dalamnya banyak Artikel dan Tips yang mengandung Ilmu Pengetahuan, Harus dicoba.Terimakasih

    ReplyDelete
  90. Saya senang membaca Info dan Artikel yang di buat di Wibesite ini. Patut dicoba. Salam Sukses selalu.

    ReplyDelete
  91. Menarik, sangat Menarik Artikel dan Tipsnya. boleh dicoba. salam sukses

    ReplyDelete
  92. Wibesite yang sangat Amazing, Artikel dan Tipsnya boleh dicoba. Semangat !!

    ReplyDelete
  93. Cemerlang Postingan dan Infonya.boleh dicoba. ditunggu info berikutnya. terimaksih

    ReplyDelete
  94. Postingan yang sangat Hebat, Tips boleh dicoba.salam sukses

    ReplyDelete
  95. Artikel yang bermanfaat dan berguna, wajib di coba. sukses selalu

    ReplyDelete
  96. Ilmu yang sangat Hebat, boleh dicoba Artikel dan Tipsnya. Semoga berhasil

    ReplyDelete
  97. Artikel yang benar benar sangat infomantif dan Kreatif. boleh dicoba, sukses selalu

    ReplyDelete

Thanks for your comments, it's an honor.