Kapan tulisan terakhirku di sini? Ups! Tepat sebulan yang lalu! Memalukan sekali produktivitasku dalam menulis belakangan ini. Padahal tadinya aku memiliki target sejumlah tulisan untuk dua tahun ngeblog di bulan Mei mendatang. Dan padahal (lagi), banyak sekali kejadian menarik yang kualami untuk dibagi kepada para sahabat narablog. Tapi apa daya, justru kejadian-kejadian itulah yang mendominasi waktuku sehingga tidak sempat bersambang di blog, apatah lagi menulis. Belum lagi koneksi internet yang entah kenapa belakangan really got my nerves.
Well, enough complaining. Self pity and excuses will take you nowhere. Yang jelas mulai sekarang aku akan berupaya untuk tetap menulis. Maksudnya kalau segala pekerjaan (termasuk PR menulis) di dunia nyata sudah terlunasi tentu! Hehe! Alasan lageee...
Salah satu kesibukan yang sangat kunikmati saat ini adalah mempersiapkan ruang buku di rumah. Melihat tumpukan kardus buku yang begitu banyak, apalagi setelah semuanya dipindahkan dari rumah ibu, terbit rasa kuatir kalau-kalau buku-buku itu menjadi lapuk oleh lembab dan rayap. Maka tanpa menunggu rezeki untuk bisa membeli seperangkat lemari HermanDexter *halah*, aku pun melengkapi ruangan dengan lemari buku seadanya untuk bisa menampung semua buku yang ada. Namun memang, tetap tak tertampung juga. Hiks.
Entah apa magnetnya, rasanya tak pernah bisa berhenti membeli buku. Walaupun daftar bacaan sudah demikian menumpuk entah kapan ada kesempatan untuk menyicilnya. Tapi membaca memang tak semestinya dianggap beban, toh? Dinikmati saja.
Yang tak kalah menarik adalah mengoleksi buku. Ke mana pun, berbelanja buku tak pernah dilewatkan. Begitu pun bila mengharapkan oleh-oleh atau hadiah, teman-teman cukup menanyakan judul buku dan siapa pengarangnya; saat sang teman sudah tiba di kampung halaman, buku yang diminta pun sudah tersedia di atas meja.
Mengapa aku sangat memerlukan berburu buku di berbagai tempat? Sebab utamanya adalah belum ada toko buku yang mampu memenuhi hasrat memiliki buku-buku impor di kotaku. Yeah, lame! Bukan sok kemelinggis, sih, tapi menurutku ini adalah salah satu cara mempertahankan dan meningkatkan kemampuan berbahasa asing. Kalau tidak dipelihara, kemampuan berbahasa—yang memang perlu pembiasaan agar terampil—akan menurun. Jadi jangan heran bila suatu saat kita mikir, “Doh! Kenapa sekarang nggak bisa cas cis cus lagi, ya?” Lha wong perbendaharaan katanya gak ditambah, kemampuan tata bahasanya gak ditingkatkan, keterampilan memahaminya juga gak dipelihara.
Karena selalu mengharapkan oleh-oleh buku dari siapa pun, seorang teman pernah mengusulkan agar aku mengoleksi e-book saja. Selain bisa diperoleh gratis (eits!), e-book juga lebih green. (Alasan terakhir sambil ngejek sih, mengingat mereka mengenalku sebagai orang yang mikir: mana yang lebih hemat energi, pake paper towel atau hand dryer setelah cuci tangan?)
Betapapun hijaunya, untuk urusan buku aku lebih memilih yang konvensional. Buku ya buku, yang terdiri dari lembaran kertas bertulisan. Mencium baunya saja sudah bikin semangat. Ya nggak? Lebih disukai yang paperback, lebih ringan di jinjingan maupun di saku.
Tapi ada yang lebih ringan dan hijau, nggak basa-basi, yakni berburu buku bekas! Alhamdulillah ada seorang pecinta buku yang cukup edan untuk menjual berbagai koleksinya yang keren secara online, sehingga kesulitan menemukan buku bekas dengan kualitas baik pun bisa terpenuhi. (Tapi soal betapa dia tega menjual koleksinya masih menjadi keherananku hingga kini. Kok bisa sih, Fan? Padahal aku belanja dari kamu tuh dengan tujuan untuk menambah koleksi. Lha kamu malah mengurangi)
Okelah, dia pasti punya alasan sendiri yang mantap. Lebih asyik lagi, buku-buku yang dijual itu telah dikunyah lebih dulu oleh si kutu buku, sehingga kita bisa membaca resensinya agar tak keliru membeli. Ingat kan kalau ke toko buku calon pembeli cenderung untuk mengambil waktu sebentar buat quick scanning buku yang diminati, bila menarik baru dibeli? (Sayang Gramedia tidak menyediakan lagi bangku-bangku di tokonya, padahal hanya toko buku ini harapan paling banter di kotaku. Kalau saja mereka belajar dari Konokuniya atau Borders atau toko-toko buku besar lainnya. Bahkan Basement di LN yang terkenal menjual buku-buku murah aja menyediakan ini kok!)
Tak tanggung-tanggung, si kutu buku ini juga mengadakan program bagi-bagi buku gratis, yang pemberitahuannya pertama kali justru kuketahui melalui twitter. Sebentaaar... Menjual buku koleksi saja aku tak tega, apalagi membaginya secara gratis? Duh, aku pelit banget yak? Atau dia yang memang eduuun...
Sudahlah. Mungkin aku memang pelit. Tapi cewek edan ini mau tak mau telah membuka mataku bahwa ternyata hobi membaca bisa memberikan keuntungan ganda: menikmati banyak buku, sekaligus memperoleh uang dari hasil menjual kembali buku-buku yang sudah dibaca. Haha. Hebat deh. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi sehingga promosi dapat dilakukan maksimal dengan biaya yang irit. Tambahan, tak perlu buka toko karena penjualan bersifat online. Siapa sih gurumu, Fan? *kagum*
Nah, bicara soal buku bekas, e-book, dan jualan online, mari kudengar pendapatmu.***

Kalo baca ebook, mata saya lebih cepat 'pegal'. Tak bisa sambil tidur2an pulak. Lebih suka baca buku aja ah.
ReplyDeleteSama Un, klo udah soal buku sulit untuk menahan keinginan untuk membeli.. Padahal masih banyak buku yang antri buat dibaca *sigh*
ReplyDeletePS: udah komen nih, jadi jangan digaruk yak :P
setiap main ke kota besar mana gitu, un, saya selalu nyempetin nyari informasi pameran buku. biasanya kan ada yang jualan buku-buku bekas bermutu tuh..
ReplyDeletelumayan kadang2 dapet yang keren. paling keren saya ketemu "Ivanhoe" hardcover. yang covernya warna merah bergambar the three lions. tapi bahasanya kayak romeo juliet gitu ternyata.. haha... masih pake "thy" "thou shall" gak jelas gitu. alhasil sampe sekarang belum kebaca-baca juga.
tapi untung aja di jogja ada periplus. toko buku berbahasa inggris buat nyari buku-buku bahasa linggis yang masih segar. :D
Saya juga suka beli buku mbak. Tetapi sekarang buku2 tersebut sudah tertata dengan rapi di lemari-lemari buku yang luks **halaah** yang masing-masing lemari tingginya kira2 10 feet gitu. Tapi toh, kebiasaan negatif 'baru' justru timbul dari adanya lemari-lemari tersebut. Pengorganisasiannya biasanya buku2 yang lebih tua ditaruh di rak yang atas2, yang ngambilnya aja harus pakai tangga mini. Justru itulah masalahnya, terkadang udah diambil dan selesai dibaca, malas dikembalikan lagi ke tempat asalnya! Walhasil udah sekian lama, buku-buku tersebut akhirnya bergeletakan juga lagi di meja kerja!!!
ReplyDeleteEntah kenapa saya juga masing senang membeli buku. Padahal teman2 saya bilang, kan sekarang udah ada e-book atau wikipedia atau Internet, buat apa beli buku lagi?? Ya... entah kenapa.... mungkin kalo buku biasa bisa dibawa ke mana saja tanpa harus ada colokan listrik apalagi kalau bacanya lama. Lantas, pengorganisasian bacaan lebih terorganisir kalau membaca buku konvensional jikalau ingin menyelami suatu topik. Nah, berangkat dari buku tersebut jikalau ada subtopik yang ingin diketahui lebih lanjut lagi, biasanya baru deh saya lihat di Internet...
Kalo Putri lebih senang yang buku konvensional, bu...
ReplyDeleteLebih bisa ditatap..dibawa tidur..ringan dibawa kemana-mana...
Kalo ebook..bawanya berat... :D
Kecuali ebook yang udah diprint terus dijilid *tetap aja dijadikan dalam bentuk konvensionalnya..he..he..*
Sama, waktu SMA-Kuliah dulu kayaknya doyan banget sama ebook jadi apapun dilahap, pas uda kerja ngadep komputer seharian lebih prefer buku-kertas-tebel-fisik-yang bisa dipegang :)
ReplyDeleteDi Bali sini sih ada banyak toko buku import bekas yang jual buku dari kisaran 15rb - 80rb yang suda jadi langganan, malah mas-mas yang jaga bisa diajak ngobrol buat rekomendasi buku mana yang bagus dan sesuai selera
Bundo yakin bentar lagi dirimu akan mengikuti jejak mba fanda yang edun itu. Dan biarkanlah bundo jadi orang pertama yang di sms-in untuk mendapatkan buku-buku itu. pliisss..
ReplyDeletesebulan yaa..? huh! narablog macam apa ini..?!! padahal hanya perlu beberapa menit saja bagimu untuk menulis. Tapi mengingat kesibukanmu bundo terpaksa memaklumi, asal dirimu sehat-sehat saja, tidak diare melulu. itu sudah cukup.
Selamat datang lagi, cantik..!
Aku datang mbak, takut digaruk!!
ReplyDeleteSebenarnya aku gak seedan itu kok... Tapi emang gila (hahaha). Gila baca maksudnya. Buku-buku itu gak melulu koleksiku aja. Ada yang hasil hunting, ada yang dari koleksi teman juga yang dijual. Kalo mau jujur, sayang untuk jual atau memberikan koleksi buku. Tapi, aku berpikir praktis aja, rumahku sudah penuh sesak, dan space buat naruh buku sedikit sekali.
Makanya, hanya buku-buku yang benar-benar aku gilai aja yang aku simpan sampe sekarang, sisanya yang toh aku gak akan baca lagi kedua kalinya, mendingan aku jual aja. Duitnya bisa buat beli lebih banyak buku lagi (serakah ya? Emang iya when it comes to books!).
Btw, thanks udah terbit tulisannya yah. Eh, mau pilih buku yang mana ya buat hadiahnya?
Kalau pendapat tentang hal2 yang berhubungan dengan buku, saya nggak ikut2 karena memang nggak bisa berpendapat...
ReplyDeleteSaya hanya baca2 saja sambil belajar di sini.
Belajar dari tulisannya maupun dari komentatornya.
Selamat berburu dan menata koleksi buku2nya Mbak...
Aku sudah mulai membatasi beli buku. Jadi lebih rasional lah ecek2nya. Di samping buku yang ada aja belum dibaca semua, budget juga menjadi pertimbangan. Dengan adanya e-book yang berseliweran di internet dan paman google, memang nafsu membeli buku bisa dikurangi, terutama yang bersifat informasi. Kalau buku fiksi memang lebih enak dibaca dalam format kertas.
ReplyDeletebtw, aku setuju dengan Uni yang kemingglis itu. Kalau tidak terus dibiasakan bisa hilang. Hal ini terjadi pada bahasa Arabku. Banyak kosa kata yang hilang karena tidak dipergunakan. Memang kalau untuk memahami Alquran dan Hadits masih bisalah. Tapi kalau untuk berpidato pake bahasa Arab, wah sudah nggak bisa lagi. Apalagi kalau dipakai membaca koran Arab, banyak kosa kata yang berkembang.
Kesimpulannya, aku mulai membatasi membeli buku kecuali kalau memang luar biasa...
Kalau sekadar untuk koleksi kayaknya aku nggak bakat. Yang penting isinya bisa diambil, bagiku sudah cukup.
Udah ya komennya kepanjangan....
Btw, proyek menulis novelmu mulai jalan kan?
Dari postingan Kampung Blagu kayaknya dokter satu ini memiliki bakat besar di penulisan novel yang siap meledak.
Sekarang zaman udah canggih, buku tidak harus kertas tapi juga dalam bentuk elektronik. Kenapa nggak coba print berjuta-juta eBook yang ada di jagat maya trus di jilid dgn cantik untuk di pajang jadi "buku"...nggak perlu berburu kemana-mana kan? cukup duduk manis dimuka komputer dan click...
ReplyDeleteDi Padang sejak gempa terjadi tempat berburu buku bekas hancur, sekarang saya berburu majalah bekas aja susah...apalagi NATIONAL GEOGRA ndak ada lagi hik hik hik
ReplyDeleteAKHIRNYA diapdet juga... *padahal dirinya sendiri udah lama ga apdet*
ReplyDeleteAku jadi kepengen maen ke rumahmuuu..
Duh, kalo aku mah sifatnya jelek. Dikasih buku sama orang kesenengan, tapi kalo ngasih buku ke orang, mikirnya ngalah-ngalahin Newton waktu sedang memikirkan gravitasi...
Betewe, kau harus berkenalan dengan K'Alfi!! Dia juga hobi berburu buku bekas...
Check her out di http://mave.wordpress.com/
atau di blog resensi bukunya dia, di
http://bookquickies.wordpress.com/
Eh, atau jangan-jangan kalian sudah saling kenal yak?
Aku suka baca...apalagi yang tebal..rasanya menatang untuk diselesaikan. Sampai terheran2 kok bisa orang nulis sebanyak ini ya? Masa aku g bisa nulis?
ReplyDeletewah...wah...mantap nih...berburu buku
ReplyDeleteRumahku berantakan..buku berserakan dimana-mana...kadang seperti kang Yari, males lagi mengembalikan.
ReplyDeleteDan penyakit males makin mendapat pemakluman dikala kita sibuk pekerjaan sehari-hari...
Ya udahlah yang penting bisa menikmati...
e-book? inilah bodohnya saya, meski juga tak enak rasanya membaca lewat layar komputer--kecuali jika diprint sendiri. buku di tangan, lebih mantap!
ReplyDeletejualan online? masih senang dgn yg konvensional. ada barang di depan mata, ada duit di saku celana.
beli buku? gak ketulungan... sampe istri bingung menata buku2 yang tak terbaca.
salam hangat dari banjarmasin.
Baca e-book bikin mata cepet lelah dan cepet ngantuk. Emang enak baca buku konvensional.
ReplyDeleteHampir sebulan, saya nggak update blog dan nggak blogwalking. Kirain, saya pasti banyak ketinggalan tulisan2 Uni. Welah. Ternyata sami mawon dengan saya.
ReplyDeleteSaya juga lagi mengumpulkan buku-buku punya saudara2 yang dulu dibeli saat kuliah. Ya, lumayan. Nambahin koleksi. Daripada rusak dimakan rayap. Meski nggak pake Herman Dexter, yang penting rak buku saya bisa dipake untuk nongkrongin buku dan mudah nyarinya.
hehe.. klihatannya itu penyakit bukan kutu buku, kepuyuk [kecoa] buku keknya...
ReplyDeletekenapa ya... kayaknya banyak banget yang bermasalah dengan males ngeblog? hehe... btw, gw kok sekarang malah males ya baca buku yang konvensional.. secara di internet segala informasi ada...
ReplyDeletewah, tumpukan bukunya mestinya bisa dibagi kepada saya uni, tapi kalau nggak mau apa dibuat sebagai warisan aja kelak? he he
ReplyDeletePengen main ke rumahmu, Bidadariii...
ReplyDeletePengen nongkrong di rumahmuuuuu
Pengen nginep di rumahmuuuu
Inget Buku Bekas ...
ReplyDeleteInget Kwitang ...
(itu lho ... salah satu setting film Ada Apa dengan Cincah ...)
Salam saya
mau tau soal toko online? kunjungi saja lapak saya uni, hehehe... :D
ReplyDeletetau kan alamatnya? ;)
Demi uni.. aku mengalah!
ReplyDeleteGak ikutan posting soal ini :D
kalo menang, bagi koleksi buku uni yang lain yaaaa ;)
kak..kangen
ReplyDeleteemang berburu buku bekas ada keasyikan tersendiri, apalagi menemukan buku yang sudah sulit ditemukan di toko buku ...
ReplyDeleteapa kabar bu
ReplyDeletememiliki buku yang bembackup pengetahuan kita rasanya lebih bahagia daripada memiliki..........
makaci bu, jadi pingin juga koleksi buku....kaya ibu, heeh
Sama,mbak. Saya juga lebih suka buku konvensional. kalau e-book nggak bisa dicoret2 atau distabiloin :P
ReplyDeletedatang lagi, kirain ada posting baru, hehehe..
ReplyDeleteDi BlogCamp terdapat foto para peserta acara SupermanShow-Aksi dan Kreasi sebanyak 10 orang dengan lagak dan gaya mirip atau dimirip-miripkan Sang Idola. Gambar diatur secara acak dan diberi nomor undian.Pilih 1 diantara 10 foto favorit anda dan dapatkan hadiah yang menarik.
ReplyDeleteBuku bekas tetap sama manfaatnya yaitu ilmu.
ReplyDeleteTapi harus dirapikan lagi agar bersih bu dokter.
Salam hangat dari Plesiran-blog untuk promosi wisata.
Jika punya cadangan tulisan tentang pariwisata silahkan dikirim via email kepada kami. Tersedia buku yang menarik bagi artikel yang di publish di blog Plesiran. Namun artikel yang sudah diserahkan tidak boleh diterbitkan di sityus atau blog manapun guna menghindari duplicated content yg bisa merugikan kedua belah pihak.
Terima kasih
Saya banyak buku bekas. Mau beli bu dokter ??
ReplyDeleteHarga dibanting kok.
salam hangat dari Andhok-pusat resto dan makanan.
kalau saya, jarang beli buku bekas. kecuali buku pinjaman hehee..
ReplyDeleteatau buku bekas saya yang lama kutaruh di rak buku.. kadang2 saya bongkar2 lagi
wah dah lama ngga berkunjung kesini..
ReplyDeletememang kesibukan kadang membuat kita ngga sempat melakukan apa yang ingin kita lakukan...
Jujur bagiku nggak ada asyik2nya baca e-book. Kalau pegang buku dan membaca ada sensasi tersendiri.
ReplyDeleteaku punya account google books pernah aku tuliskan disini uni http://ria.choosen.net/2008/11/24/membuat-perpustakaan-dengan-fasilitas-google-books/
ReplyDeleteselain karena praktis, aku juga bisa membaca buku2 lama yang terdapat disana dan tidak perlu menyediakan space.
aku juga menikmati mengoleksi buku dan mendapatkan hadiah buku *kapan uni mo ngasih aku buku? :P*
mau...dong bukunya bun...
ReplyDeleteiya, uni, lebih asyik buku konvensioanl dari pada yang softcopy. gak enak rasanya kalau baca buku itu tidak dipegang fisiknya. kan bisa sambil tiduran dan guling2 bacanya. hehe
ReplyDeletekapan2, diposting juga buku2 apa saja yang sudah dibaca, uni. buat menambah referensi buku2 yang enak buat dibaca. hehe
dan ternyata kita memiliki hobby yg sama tante,, suka ngoleksi buku,, saya g tau knp setiap kali k mall pasti berujung di gramed.. bukan karena isi bukunyam bukan karena cover bukunya, tapi karena buku itu sedniri yg memanggil saya harus membelinya.. dan dengna kantong yg sangat tipis saya rela asalakan dapad bebrapa judul buku itu... wedeeww...
ReplyDeleteAku juga suka buku Mbak..! Saking banyaknya buku yang dibeli jadi bingung mau ditaruh di mana lagi? Abis, rumahku sempit..!
ReplyDeletealo alo alo.. sibuk ngetwitt ya??
ReplyDeletekalo koleksiku sebagian besar dah hancur, diterjang banjir... :(
ReplyDeleteSal juga suka baca buku, sering tukeran ma temen
ReplyDeleteLam kenal aja
Pa kabar uni? lama tak mampir nih :)
ReplyDeleteBeli buku? numpuk ga ada tempat? tapi tetep beli? kita sama rupanya...hehehe. Dari hard copy sampai e-book juga aku lahap, kalau dompet sedang puasa...e-book adalah pemuas dahaga membaca dan banyak banget ebook menarik yg bisa kita dapat dengan free. Aku punya keinginan bikin website yg sedia e-book untuk children...tapi masih belum sempat direalisasikan. Untuk ngunduh nanti ada biaya tapi murah meriah, mencerdaskan bangsa, menyalurkan hobby sekaligus mencari rejeki...heheheh
saya mau baca, tapi males beli buku.
ReplyDelete:)
Curhat:
ReplyDeleteSama kaya Indira, lama gak mampir!
Sama kaya kamu (sebenarnya lebih parah), lama gak nulis di blog!
Aku tentu lebih senang baca buku cetak dibanding baca ebook. Ebook tu bikin mata jadi sakit, merah, terasa panas, dan kering.
Walaupun demikian aku teteup hobi ngumpulin free ebook. Soalnya banyak ebook yang berkategori educational atau science yang bagus-bagus yang bisa kudapatkan di internet. Bahan kaya gitu susah nyarinya dalam bentuk cetakan di negara kita, trus aku gak kebayang berapa harganya. Dulu waktu masih di SBY aku suka pinjam buku-buku macam begitu di perpustakaan kampus, kufotocopi dan kujilid bagus-bagus, dan sampai saat ini masih terus kusayang-sayang.
Kalau ebook bidang biology, bisa kuambil gambar-gambarnya dan dengan sedikit editing, kugunakan untuk bikin soal atau diktat (bahan pembelajaran), bagus warna-warni.
@ indira
ReplyDeleteSaya juga punya rencana yang sama, bikin ebook bagus, trus dijual murah. Tapi kesulitannya, aku gak bisa teknisnya. Maksudku gak ngerti cara menjualnya. Aku sudah mencoba bikin dua ebook pembelajaran dan kutayangkan diblogku, isinya gak bagus sebenarnya (he..he.. karena hanya dibuat dalam hitungan jam saja, gak serius) tapi ternyata sudah banyak yang download padahal baru dipasang beberapa hari yang lalu. Aku bisa pantau berapa banyak orang yang download karena kuhosting di ziddu, bukan di wp.
Aku juga punya rencana bikin ebook cerita anak terjemahan, di mana di dalamnya akan kuisi dengan gambar-gambar ilustrasi hasil lukisanku sendiri.
Ini rencana sih... rencana... he..he...
Tapi ya itu, sekarang aku agak lebih sibuk dari beberapa waktu lalu.
Uniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!!!
ReplyDelete*aku cuma pengen teriak aja kok Uni, sambil numpahin gelas isi kopi lagih*
wekekekekekeke
stujaaa....buku konvensional ga ada ngalahin, capek mata liat monitor klo baca lewat e-book...
ReplyDeleteSebenarnya saya ga gila baca, tapi kakak yg gila baca, tiap bulan pasti beli buku,,,jd dirumah byk koleksi buku.. :D
Kok lama nggak update Mbak?
ReplyDeleteSalam Kenal, cerita bagus, lebih banyak nulis tambah betah disini
ReplyDeleteuniiiiiiiiiiiiiii.........
ReplyDeletewhere are you.. kangen
Saya ingin sekali membuat cerpen2 saya dlm bentuk eBook. mudah2an banyak yg suka hehehehe
ReplyDeletemampir ... moga sehat dan baik keadaannya.
ReplyDeletenampaknya rumah ini sudah lama ditinggalkan.
ReplyDeleteBuku memang nggak ada matinya, pengetahuan,wawasan sekaligus kenikmatan.
ReplyDeleteSalam jepret,mbak!
salam kenal
ReplyDeleteapa kabar bu
kok nggak update ya
halo halo..
ReplyDeleteaku juga suka beli buku daripada versi digitalnya, ngga ada bau kertasnya.. heheh..
salam kenal :)
Nice Post
ReplyDelete-- ☻ --
Membaca pakai e-book bikin mata cepet lelah dan ngantuk. Lebih enak membaca pakai buku konvensional, bisa sambil leyeh-leyeh atau tiduran. Salam membaca.
ReplyDeleteBagi aku bacaan itu kebutuhan pokok nomor 6, bayangin aja kalo ngga ada di baca? Jadi biar sebagaimana bokeknya pun kebutuhan yang terakhir ini diusahain terpenuhi,tapi
ReplyDeletebeli buku bisa karena memang pengen baca tapi kadangkala juga karena lapar mata alhasil buku numpuk di rak antri buat di buka...ebook belum begitu suka karena ga bisa ditaruh di bawa bantal kalo pas baca ketiduran :P
ReplyDeleteblogwalking tetep rajin... twitter juga... tapi ngeblog kayaknya udah dilupakan ya mbak? :))
ReplyDeleteKalau tidak dipelihara, kemampuan berbahasa—yang memang perlu pembiasaan agar terampil—akan menurun.
ReplyDeletebetul sekali. juga pernah mengalami ini. dulu waktu smp cas-cis-cus ngomong english. tp skrg.., hmm..., jangan tanya deh.., hehehehe...
Wah, iya, Mbak, saya juga merasa susah sekali tidak membeli buku ketika punya uang, meski itu sedikit saja.
ReplyDeleteDulu, ketika kuliah, saya dan juga teman kos saya, lebih rela lapar lantaran belum makan, daripada lapar ilmu kerena tidak membeli buku.
Meski sudah dimarahi teman lain gara2 kalap beli buku sehingga uang habis dan akhirnya tidak bisa makan, tetap saja tidak kapok.
Saking tidak enak, kadang buku baru yang dibeli kami sembunyikan khawatir ketauan teman lain yang merasa bahwa kami ini keterlaluan kalo udah ngeliat buku, apalagi murah bukunya..
Pendek kata, kami kecanduan buku.
Jika kecanduan dilarang, seharunya kecanduan buku juga perlu dilarang lantaran bikin mahasiswa banyak yang tidak makan :p
Soal e-book, bergantung konteks. Khusus buku impor tertentu (baik itu karena mahalnya keterlaluan maupun rujukan) dan ensklodedia kami mengusahakan yang elektronik. Karena buku rujukan jumlahnya banyak, dan ensiklopedia berat dan berjilid2, dengan format elektronik itu memudahkan kami jika hendak riset di luar kota atau sedang dalam bepergian jauh karena tidak perlu bawa beban yang na'udzubillah..
itu temennya keren yah, sampe bagi2 buku gratis.
ReplyDeleteGimana dengan ruang bukunya? mana skrinsutnya? :D
Kalo saya, gak terlalu suka baca buku. mood2an. Entahlah, bagaimana caranya biar bisa suka banget. Iri aja ngeliat orang yang rajin berburu buku *tepok kepala sendiri*
Amazing artikel…. Semoga saya bisa praktekan tipsnya dan berhasil
ReplyDeleteTerima Kasih, Tulisan yang sangat membantu. Salam Sukses!
ReplyDeleteTerima kasih atas pencerahannya, tulisannya menarik juga. Saya akan coba
ReplyDeleteaku paling senang dengan semua pengetahuan ini, terima kasih sudah berbagi ilmu
ReplyDeleteSetelah membaca Info dan Artikel, saya jadi ingin mencoba. Salam Sukses
ReplyDeleteTerima kasih atas Artikel dan Info yang selalu menambah wawasan.semoga sukses
ReplyDeleteMenarik, sangat Menarik Artikel dan Tipsnya. boleh dicoba. salam sukses
ReplyDeletecemerlang Postingan dan Infonya.boleh dicoba. ditunggu info berikutnya. terimaksih
ReplyDeleteTulisan dan Tipsnya sangat bermanfaat dan Infomatif. wajib dicoba. sukses selalu.
ReplyDeleteTips yang cerdas cuma di Wibesite ini banyak kumpulan Artikel bagus. harus dicoba. salam sukses
ReplyDeleteAmazing artikel, Infonya bagus banyak mengandung Tips dan Pesan yang bermutu. salam sukses
ReplyDeleteTips dan Info menarik, boleh dicoba, Semoga berhasil
ReplyDeleteSetelah membuka Wibesite ini, saya menemukan Artikel yang Amazing dan infonya boleh dicoba. Sukses selalu
ReplyDeleteSaya menemukan Artikel hebat di wibesite ini jadi ingin coba Tipsnya. Semoga berhasil
ReplyDeleteArtikel Menarik terutama Infonya, boleh dicoba. Salam sukses
ReplyDeleteSaya senang setelah membaca Tips dan Artikelnya, harus dicoba.Semoga berhasil
ReplyDeleteInfo dan Tulisannya Amazing, boeh dicoba. Sukses selalu
ReplyDeleteTips dan Info menarik, boleh dicoba, Semoga berhasil
ReplyDeleteTerimakasih Banyak Tips dan Artikelnya, boleh dicoba. Salam sukses
ReplyDeleteTerimakasih Artikelnya bermanfaat dan Infonya menambah Ilmu pengetahuan. Harus dicoba. Semoga berhasil
ReplyDeleteIlmu yang bermanfaat dan berguna Cuma ada di Wibesite ini, terutama Tips dan Artikelnya. Jadi ingin coba. Salam sukses
ReplyDeletesetelah saya mencari cari di beberapa Wibesite , saya menemukan Artikel yang Bagus dan bermanfaat. Patut di coba, sukses selalu
ReplyDeleteSaat membaca Artikel dan Tipsnya yang benar benar menarik. Jadi ingin mencoba. Salam sukses selalu
ReplyDeleteIde cemerlang saya dapat dari Artikel yang di buat di Wibesite ini, Wajib dicoba Tipsnya. Semoga berhasil
ReplyDeleteWibesite yang menarik di dalamnya banyak Artikel dan Tips yang mengandung Ilmu Pengetahuan, Harus dicoba.Terimakasih
ReplyDeleteSaya senang membaca Info dan Artikel yang di buat di Wibesite ini. Patut dicoba. Salam Sukses selalu.
ReplyDeleteMenarik, sangat Menarik Artikel dan Tipsnya. boleh dicoba. salam sukses
ReplyDeleteWibesite yang sangat Amazing, Artikel dan Tipsnya boleh dicoba. Semangat !!
ReplyDeleteCemerlang Postingan dan Infonya.boleh dicoba. ditunggu info berikutnya. terimaksih
ReplyDeletePostingan yang sangat Hebat, Tips boleh dicoba.salam sukses
ReplyDeleteArtikel yang bermanfaat dan berguna, wajib di coba. sukses selalu
ReplyDeleteIlmu yang sangat Hebat, boleh dicoba Artikel dan Tipsnya. Semoga berhasil
ReplyDeleteArtikel yang benar benar sangat infomantif dan Kreatif. boleh dicoba, sukses selalu
ReplyDelete