Ini adalah salah satu cerita yang kuperoleh dari situs ketawa.com. Lumayan bikin segar dan menambah wawasan *tsah!*. Kuceritakan kembali dengan bumbu dan interpretasi sendiri, terjemahan bebas dari bahasa slank Malaysia.
Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa permen karet dilarang di Singapura. Namun bagaimana asal-muasalnya, itu yang belum banyak diketahui khalayak.
Jadi suatu kali PM Singapura mengadakan kunjungan kenegaraan ke Tailan. Dalam kunjungan tersebut sang tamu diundang makan malam bersama Raja Tailan. Saat disuguhi udang, PM bertanya kepada Raja apa yang mereka perbuat dengan kulit udang yang tersisa. “Tidak dibuat apa-apa, kami buang saja,” jawab Raja.
Dengan bangga PM memberi informasi, “Oh, kalau di Singapura kulit udang kami daur ulang menjadi kerupuk udang, kemudian kami ekspor ke negeri Anda.”
Makanan berikutnya adalah jeruk. PM bertanya lagi apa yang diperbuat dengan sampah kulit jeruk. “Tidak dibuat apa-apa, kami buang saja,” jawab tuan rumah pula.
PM semakin bangga mengiformasikan bahwa segala sesuatu di negaranya didaur ulang. “Bahkan di Singapura kulit jeruk kami daur ulang menjadi jus jeruk, kemudian kami ekspor ke negara Sampeyan.”
Akhirnya PM disuguhi permen karet *hidangan yang aneh*. Seperti sebelumnya, PM dengan usil bertanya apa yang diperbuat dengan permen karet yang sudah dibuang. Dan jawaban Raja pun tetap standar, “Tidak dibuat apa-apa, kami buang saja.”
Sang tamu pun semakin jumawa. “Kalau di Singapura sampah permen karet kami daur ulang menjadi kondom, kemudian kami ekspor ke negara Ente.”
“Oya? Lantas apa yang diperbuat oleh orang Singapura dengan kondom-kondom bekas tersebut?” tanya Raja.
“Tidak dibuat apa-apa, kami buang saja,” jawab PM.
“Wah, kalau di Tailan kondom bekas kami daur ulang menjadi permen karet, kemudian kami ekspor ke Singapura!” Raja menjelaskan sambil tersenyum. Skor!
Wajah sang tamu pun memerah karena malu. Maka begitu ia kembali ke negaranya, diberlakukanlah peraturan yang melarang permen karet di Singapura. Hingga kini.***

Jiahahaha...!! Telak bgt tuh kalahnya si PM sombong :p
ReplyDeleteHahahahahahaha,....... wkwkwkwkwkwkwk,....(ga kebayang klu beneran)Pantesan aja dilarang.
ReplyDeleteRasain lu..! **harga pasarn permen karetnya berapaan Hem? Buat di warung niyh.
ReplyDeleteHahahahah! Orang Siam kemproh, orang Sinx congkak..
ReplyDeletehahaha..
ReplyDeletelangsung kena skak tuh si PM singapura
skak mat!!
ReplyDeleteOh jadi begitu yah sebabnya permen karet dilarang di Singapura ( pura-pura bloon ) wakakakakaka...... Salam jepret!
ReplyDeletepermen karet rasa k****m,,
ReplyDeletejiaahhh g bisa ngebayangin...
wwekekek, ternyata bisa juga kalah sang PM ini ...
ReplyDeleteSaya sangat beruntung...
ReplyDeleteSaya nggak doyan permen karet,
Saya nggak pernah pakai kondom.
hahahha..ketawa dulu....
ReplyDeletewah, Uni...
lama bgt aku nggak ke sini, sekalinya berkunjung dapat cerita kocak abiss...hahahaha...
hahahah, serem juga kalau permen karetnya dari itu...
ReplyDeleteHahahaha....uni satu ini ada-ada aja...
ReplyDeletePengin tahu jika ada orang Singapura baca ini...hehehe
Kalau Indon bisa lebih seru tu ... semua kami kasihkan saja gratsi ... silakan rampok sendiri he he
ReplyDeleteWaw.. Waw.. Untung diberi tahu Bu Marshmallow, jadi tau..kalo kondom itu dari permen karet dan permen karet dari kondom.
ReplyDelete*ngangguk-ngangguk bloon*
HUahahahahhaha ...
ReplyDeleteHidup daur ulang ...
Yang jelas ...
sombong bener yak yang satu itu ...
walaupun pernah membaca ini, tetap aaj lucu. ngebayangin kondom bekas di kunyah kunyah dengan penuh ekspresi :)
ReplyDeleteihh Uni jorokkkkkkkkkkkkkk!!!
ReplyDeleteHahhaha, sejati lucunya :)
ReplyDeleteMas Ben
http://bentoelisan.blog.com
lumayan bisa ketawa ngakaka sendiri di depan kompi wakakakaka.........!
ReplyDeletewakakaka .... sebuah anekdot yang cerdas, mbak yulfi. model2 guyonan semacam ini agaknya sangat diperlukan di tengah peradaban yang lagi "sakit". saya ndak bisa membayangkan bagaimana wajah PM singapura pada dialog yang terakhir itu. kena deh!
ReplyDeleteHuahahaha.... PM Singapuranya kurang canggih tuh! Kalau aku jadi PM Singapura aku bales lagi:
ReplyDelete"Wah... pantes aja tuh permen2 karet di negara kami yang kebanyakan beli adalah turis2 Tailan... Nggak tahunya itu toh rahasianya!" Huehuehue...
hahahaha
ReplyDeletehihihihi...apa jadinya permen karet rasa kondom bekas ya :P
ReplyDeletememang lah uni bisa aja...tuh kan kalo dapet ide bisa begini tulisannya hihihihihi
Haha, jadi inget cerita ini pernah menjadi ice breaking ku pas dulu ketemu orang-orang baru di jogja.
ReplyDeleteAkibatnya dapat image orang bermuka sadis dengan kepribadian gila :|
permen karet bekasan ? skak mat deh
ReplyDeletehahahahahaa.....
ReplyDeletemati kutu tuh Singapore.
rasain lu!!!
hahahaahahahaaa
huaaaahaa.. ternyta itu toh asal muasalnya
ReplyDeletehiiii... jadi jijik ya.. ngebayangin si permen karet itu..