Sunday, November 16, 2008

Sculpture by The Sea


Walaupun disibukkan dengan tugas yang menumpuk dan bikin sesak napas, sebagai seorang turis maruk, aku tetap tak menampik tawaran Lelon dan Sarah untuk rekreasi ke Bondi Beach Jumat dua minggu lalu. Lelon dan Sarah adalah dokter di dua rumah sakit berbeda di Sydney, dan keduanya juga edukator di dua Universitas berbeda; Sarah sempat menjadi teman sekelasku semester lalu. Bersama Fika kami menikmati suguhan pameran seni kontemporer yang dipajang di sepanjang pantai Bondi hingga Tamarama. Pameran bertajuk “Sculpture by The Sea” ini adalah gawean rutin tiap akhir Oktober hingga awal Nopember di lokasi yang sarat turis tersebut.

Kenapa memilih hari Jumat? Tak lain karena itu bukanlah akhir pekan, yang notabene akan sangat ramai dikujungi pelancong (alih-alih menikmati karya seni yang dipamerkan, kita malah nonton atau ditonton orang deh), sementara hawa-hawa akhir pekan juga sudah mulai terasa kental di hari Jumat. Jadi tak terlalu sepi hingga garing, namun tak terlalu ramai hingga bikin sesak juga. Pas dosisnya, tak kurang tak lebih. Terlebih prakiraan cuaca cerah, hanya sedikit windy, which is OK. Sempurna!

Menyaksikan pameran seni patung ini lumayan mengasyikkan, walaupun sebagian besar tak mampu dicerna oleh selera sederhana kami. Tapi Sarah mengatakan, “We don't need to understand art to enjoy art. So no worries!” Benar juga. Jadi kami pun menikmati puluhan karya seni yang tersebar tanpa repot harus berusaha mengerti.

Lokasi yang digunakan untuk menempatkan semua karya ini tersebar di lingkup yang sangat luas dan berbeda-beda ketinggian. Lumayan melelahkan berjalan (membawa kamera yang siap ditembakkan lengkap dengan tripod yang cukup berat) sambil sibuk mengabadikan obyek-obyek yang menarik perhatian.

Overall, aku pikir seni patung kontemporer itu rada-rada aneh, mendingan nonton patung di Bali, jelas apa yang ingin diapresiasi. Kalau menurutku sih, karya-karya yang dipamerkan cenderung biasa, sebagian memang tampak elegan dengan material yang mahal, namun tak jarang tampak garing seperti mainan anak-anak dan cenderung asal-asalan. Namun karena lokasinya di sepanjang pesisir dan tebing dengan latar belakang panorama pantai Bondi dan Tamarama yang indah, karya-karya itu jadi ikut tampil indah dan boleh dibeli dengan harga ribuan hingga puluhan ribu dolar (terima kasih!). Ah, tentunya masalah selera subyektif sekali.

Nah, silakan menikmati foto-foto dari beberapa karya yang dipajang, dan selamat berapresiasi! Kalau ada obyek nyeleneh yang terekam, jangan salahkan aku, berhubung terlalu banyak pelancong yang cuma pake bikini sehabis berenang dan berjemur di pantai.










51 comments:

  • Daniel Mahendra

    Ada satu genre seni yang hingga kini belum bisa kukunyah secara prasaja: seni instalasi.

    Apa boleh buat, belum menemukan relasi nilai antara diriku dengan seni-seni semacam itu. Memahami saja kiranya tidak cukup.

    PS: Untung tak kau tampilkan foto dirimu di antara foto-foto di atas itu, Marshmallow. Andai kau tampilkan, hhh, aku pasti bakal mengira kalau itu salah satu patung dari seni kontemporer yang dipamerkan. Hihihi!

  • yulism

    Pemandangannya indah marsmallow, mengenai seni terkadang saya juga susah untuk memahaminya. Tetapi benar juga sih kata temanmu mengenai seni. Kita tidak perlu untuk memahaminya, karena memang susah, apalagi seni kontomporer seperti itu. thanks

  • Lintau Buo

    sungguh amazing. tapi kok patungnya serem2 gitu yah? seperti patung2 mistis yang memiliki kekuatan magis zaman animisme & dinamisme dahulu.
    seni kontemporer gak kemakan oleh saya uni

  • taliguci

    Betul sekali mbak.. selera itu sangat subyektif. Tentu saja, penilaian saya yang kurang pemahaman, pasti berbeda dengan penilaian orang lain, apalagi dengan penilaian kritikus seni.

    tapi mungkin karena perbedaan-perbedaan inilah yang membuat warna-warni di bumi ini :)

  • kajiankomunikasi

    Usul mbak Mars, tulisan2 perjalanan yg indah ini sebaiknya dibukukan...

  • alifia82

    Gak ngerti aku patung kotemporer kayak gitu. Dari dulu selalu gak pernah ngerti. Jelasin dong.. heheh

  • David P Pangaribuan

    Hallo Ibu Dokter, apa kabarnya. Liputan perjalanan yang sangat menarik. Bila saya disana "Walau kita kurang dapat menikmati atau dapat menilai estetika dari patung2 tersebut atau karya seni lainnya" mungkin akan menikmati pantai saja karena kelihatannya sangat indah dengan hamparan pasir yang cukup luas.

    Tapi yang pasti pihak pengelola wisata di sana dapat mebuat bundling yang menarik, pantai dan pameran seni.

    Sukses ya Ibu Dokter ...

    Salam

  • FATAMORGANA

    bagus2 ya. biarpun gak ngerti tapi itu seni lho. nyeni banget. tahun 2006 lalu aku pernah ke Aussie dan sempat ke pantai Bondi. Tapi, gak ada pameran kayak gitu. sayang banget ya...

  • reedler

    Kataku sih bentuk abstraknya menarik kok :D
    Walo memang ada yang keliat biasa

    Objek Nyeleneh? mana? mana?

  • orangndut

    Bentuknya aneh-aneh, tapi itulah seni. Mbok ya saya sekali-kali diajak juga ke situ...hehehe :D

  • Marshmallow

    @DM:
    andai kutampilkan? apa betul akan kau anggap salah satu karya patung kontemporer yang abstak itu? yakin? denial banget! padahal aku tau kau bakal kagum!
    wakakak!

    @yulism:
    begitulah, mbak yulis. toh seni memang diciptakan untuk dinikmati. dan sejauh kita belum mampu memaknainya, kenapa musti membebani diri sehingga urung untuk menikmati?
    terima kasih, mbak.

    @lintau buo:
    sama dong, cat. uni juga gak paham. tapi sebenarnya cukup banyak juga yang indah, apalagi didukung dengan backdrop panorama pantai yang memukau. kena deh!

    @taliguci:
    setuju, ky. justru variasi dalam seni yang membuat dunia lebih bewarna dan tidak monoton.

    @kajiankomunikasi:
    terima kasih, pak heru.
    apa ada yang mau membaca kalau dibukukan? sangsi saya. hehe!

    @alifia82:
    lha, gimana mau menjelaskan, al? aku juga gak mudeng gini.

    @david p pangaribuan:
    memang cerdik, pak david. alih-alih menempatkan karya-karya (yang kebanyakan kaku itu) di suatu ruangan galeri yang tertutup, panitia malah menempatkannya di arena terbuka yang indah, sehingga banyak keuntungannya.
    penonton terpuaskan, karya pun tergenjot nilai estetisnya, turis berdatangan, pemerintah dapat masukan. komplit! (hehe, sok tau banget saya)

    @fatamorgana:
    karena kedatanganmu gak pas dengan waktu acaranya, gan. tapi kamu gak sendirian kok, temanku yang lama di sini aja pun gagal datang ke sana pas ada event itu selama dua tahun berturut-turut. gak usah sebut nama deh, dia agak gampang merajuk belakangan. hehe!

    @reedler:
    yang kutampilkan tentunya yang lumayan bisa dinikmati, ru.
    yang nyeleneh? wah, untunglah ternyata gak keliatan. takut kena UU baru nih.

    @orangndut:
    namanya juga seni ya, fik?
    dalam seni toh gak boleh ada pengekangan kreativitas.
    ayuk deh, aku undang buat tahun depan.

  • imoe

    un...yang gambar anjing tuh, patungnya yang mana tuh...agak bingung tuh ngelihatnya.....jelasin dongggg

  • genthokelir

    wah indah sekali dan makasih telah membaginya mbak jadi nggak perlu mahal mahal ke sana hehehe
    dan yang lebih menarik jika malam ada special light ing nya wow keren
    maklum tukang jualan desain lampu hahaha jadi trus berimaginasi jika lampunya begini ,,,,disini dan sebelah sini lagi ada wiwhhhh jadi malah kemana mana bayanginya

  • Mas Koko

    Foto2 nya bikin saya ngiler pengen kesana ... :)

  • masarif

    Bahasanya tinggi dengan komunitas di sekitar pun demikian. Deuh, komentpun serasa sungkan, iwuh.. mung bisa menikmati gambar-gambar sahaja..

  • Marshmallow

    @zoel:
    bakat jadi fotografer? bukannya itu memang sudah profesi uni, zoel? huehehe...

    @imoe:
    anjing itu sebenarnya terbuat dari lempeng besi tipis yang dipotong membentuk beberapa ekor anjing. ada beberapa yang seperti itu, semacam obyek dua dimensi gitu deh, moe.
    nah, sudah jelas kan, anak-anak?

    @genthokelir:
    mas totok bener-bener ahli lampu yang terobsesi lampu deh kayaknya.
    kalau mas totok ada di sana, mesti bikin karya sendiri berupa disain lampu sebagai suatu obyek seni. pasti lebih bagus dibanding karya-karya yang udah ada dan sulit dimengerti itu!

    @mas koko:
    kalau yang bikin ngiler saya sih makanan, mas.
    *nyengir kuda*

    @masarif:
    duh, bahasa apa nih, masarif? komunitas mana pula? sungkan gimana, tho? dan menikmati seperti apa?
    hehe! sori saya ngaco nih. makasih, masarif.

  • si Dion

    yang namanya seni kan ga pernah salah ya uni? jadi, patung-patungnya juga ga usah diprotes bentuknya. yang penting enak diliat. eh, ko poto uni ndak muncul lagi?:D

  • avartara

    maksih uni telah membawa saya menyaksikan pameran seni kontemporer itu,... sajian tulisan dan photo2nya maknyos,.....

  • fatamorgana

    recent posts emang gak ada di blog aku. tapi bisa diliat di Content. atau di Label. asal kamu tahu kategorinya apa. tinggal klik aja.
    iya, aku pake drop down utk content krn kepanjangan kalo gak dibuat begitu.

    btw, kemarin aku juga borong buku. di Gramedia Sunter Mall lagi ada discount. wah, seneng deh. jadi inget kamu.

  • Eni

    Wes..asyiknya..

    tahun lalu aku pergi ndirian..
    para "puteri" lagi merajuk gara-gara panas

    Hmm..kayanya makin bagus ya..?kemaren aku banyak bengongnya..gak ngerti seni soale..

    he..he

  • Zulmasri

    kayaknya lebih asyik pantai bali atau sumbar uni. walau mungkin tidak sesemarak di pantai yang ada, terutama yang berbikini rianya. he he....

  • thevemo

    enak ya tugas nya jjs..bukan buat pusing tu tapi mengasikan

  • Marshmallow

    @si dion:
    seni memang musti bebas diekspresikan. makanya biar gak ngerti kami tetap nekat menikmatinya, dion.
    fotoku? ogah ah, ntar ada yang bilang mirip patung kontemporer saking abstraknya.

    @avartara:
    wah, makasih, da helfi.
    semoga bermanfaat.

    @fatamorgana:
    duh, senangnya diinget kamu di saat yang membahagiakan itu, jeung!

    @eni:
    wakakak!
    aih, para "puteri" itu... hahaha
    eh, siapa yang ngobrol soal ngerti? aku juga gak ngerti kok...

    @zulmasri:
    soal bikini memang seru, pak zul. tapi saking banyaknya, jadi kurang deh gregetnya.
    (idih, saya ngomong apaan sih? kayak yang ikut menikmati aja)

    @thevemo:
    lah, tugas saya bukan JJS, mas erwin, tapi belajar. sayanya aja yang bandel.

  • 1nd1r4

    kerennnnnnnnnnn...kemaren pas tulip festival juga banyak banget karya seni sejenis dipajang. Jadi pingin kesanaaaaaaaaaaa

  • inspirasipakde

    Untuk pola Scrable kayaknya sengaja dibikin begitu ya...biar ada yang bisa berdiri menggantikan huruf "i" untuk gambar pertama, patut dicoba tuh! Pengen Euy!

  • Moh Bakhrian Syah

    betul bu...
    agak sulit untuk mencerna hal semacam ini..

    kemarin aku memang melewatkan yang satu ini..
    agak menyesal juga...
    at least buat tahu...

    tapi salut sama ente-ente pade..
    kita jarang bisa gabung jalan ama classmates bule....

  • Gelandangan

    Wahhh gambarnya keren2 :D
    salam kenal

  • retrospectext

    arghh....
    (imagining capturing those sculpture sooo close, with the sea n sky as background).
    Para "putri"? excuse me! tanggal2 segitu sy lagi berkutat dgn that f%#$ing planning report.
    Kalo takut panas, gak bakalan ke the entrance juga laaah..

    nice pics! ngambilnya sore y? atau pas lagi mendung?

  • edratna

    Aku lebih tertarik pada pemandangan alamnya, terutama lautnya...ahh indah sekali...
    walau pantai Teluk bayur juga indah, juga pantai Air manis.

    Tentang patung? Hmm aku ga komentar deh, karena ndak mudeng...

  • Marshmallow

    @hadoitz:
    silakeun...

    @indira:
    ayo, in, datang ke sini! mumpung masih ada aku buat nampung.

    @inspirasipakde:
    memang idenya meniru scrabble ya, pakde?
    bedanya patung scrabble yang ini gede banget loh!
    oh, jadi yang hilang itu huruf "i", toh?
    *manggut-manggut*

    @moh bakhrian syah:
    bukan agak sulit lagi, tapi sulit banget, be.
    gpp, yang penting seperti yang sudah disepakati, nikmati saja, tak perlu dimengerti.
    jalan sama classmates? musti bisa dong, be!
    jadi babe nyesel melewatkan kesempatan ini? kenapa juga pake acara takut panas? haha!

    @gelandangan:
    terima kasih, mas gelandangan.
    salam hangat dari marshmallow.

    @retrospectext:
    wakakak! finally, satu lagi "tuan puteri" muncul! gak tahan ya, bro?
    padahal aku dan eni gak ada menyebut nama loh. ngaku sendiri! hahah...
    lagian acaranya panjang, sekitar dua mingguan gitu, masak alasan ngerjain tugas? bukannya kamu last minute person?
    alasan banget deh tuan puteri ini!
    hahaha... sakit perutku, li!

    @edratna:
    mungkin itu alasan utamanya kenapa event ini dilangsungkan outdoor, bu enny, yakni untuk mendongkrak keindahan patung-patung itu. *shuuzon dot com*
    pantai-pantai di tanah air juga indah ya, bu? di pantai air manis malah ada patungnya juga, patung malin kundang!

  • suhadinet

    Dari foto-foto yang ditampilkan saya suka kok patung-patung itu. Bentuknya kreatif.
    Betul kata kamu, ini subyektif banget.

  • retrospectext

    nah justru itu boss (mmph..), last minute ngerjain assignment bertepatan dengan last day acara pameran. Pokoknya, intinya, Im the number one - world class - last minute man! Last minute is my middle name! (grin)

  • dikma

    duuh asyik dunk
    sapa yang mo nolak kalo diajak jalan-jala apalagi gratis.

  • Yari NK

    Kalau yang seru sih seni yang bikin penasaran, apalagi kalau di pantai adalah seni yang dibuat horizontal dan berdimensi raksasa, jadinya hanya bisa dilihat jelas dari udara (helikopter). Sedangkan mereka yang berada di darat, harap kecewa (dan kheki hehehe....) karena nggak bisa menikmatinya. Huehehe.... :D

  • arafi

    lam knl y

    mampr balik dunk,,

    http://arafi-coo.com

  • Marshmallow

    @pakdejack:
    aneh tapi gak bin ajaib kan, pakdejack? makasih udah mampir.

    @suhadi:
    nah, akhirnya ada juga yang bisa berapresiasi positif. foto-foto yang tampilkan memang berasal dari sebagian karya yang juga bisa saya nikmati, suhu.

    @retrospectext:
    wakakak! iya, deh, well taken.
    emang nama situ superlazy last-minute-man soewarno, ya? lupa aku, bos (mmph...)!

    @dikma:
    yang bikin asyik itu jalan-jalannya atau gratisannya, dong?
    terima kasih udah mampir, mas dikma.

    @mantan kyai:
    mesti deh liat itu. hihi! dasar mas ardy.

    @yari n k:
    wah, memang keren, mas yari! saya pernah suka mengikuti acara televisi yang isinya karya seniman kreatif banget, menggunakan material apa saja buat menciptakan "lukisan" di atas lapangan yang hanya bisa dibaca dari ketinggian. tapi ya itu tadi, gak bisa dinikmati secara massal. hehe!

    @arafi:
    salam kenal kembali dari marshmallow.
    makasih udah mampir, ntar saya datang deh.

  • Syamsuddin Ideris

    Melihat foto-foto "karya seni" di atas, saya juga nggak bisa mencerna. Maklum, saya bukan termasuk penikmat seni kontemporer. Betul mbak, kayaknya lebih enak dipandang patung-patung di Bali atau pahatan suku Asmat.
    Kayaknya kalau saya ada di sana mending menikmati pemandangan pantai nya saja ya.....

  • ikeys

    lama g nongol eh, jalan2 y mbak.. haha.
    klo mslh patung am lukisan ak g nyerna! haha

  • FATAMORGANA

    telkomsel flash ngedrop mulu nih. tiga kali mampir gak bisa nulis koment.

  • ricnes

    wah bgs2 ya gambarna.....
    itulah seni....
    ada yg suka
    ada yg tidak...
    termasuk hidup
    juga seni khan buk...
    slm knl buk...

  • latqueire

    wew.. speechless iat hasil jepretannya... kereeen

  • Marshmallow

    @syamsuddin ideris:
    iya, selera itu subyektif sekali ya, pak syams?
    tapi perkawinan antara obyek seni dan panoramanya cukup menarik kok sebenarnya. di satu sisi karya-karya yang tampil kontemporer, namun backdrop-nya natural.

    @ikeys:
    lama gak nongol memang sibuk jalan-jalan, ke. hehe.
    ya, disambi dong, kalau belajar mulu ntar jenuh.

    @kaka:
    apanya yang indah, ka? :D

    @fatamorgana:
    nah, udah gak ngedrop lagi, komennya mana dong, gan? :D

    @ricness:
    weiss... hidup itu juga seni, seni bertahan!
    bener gak, ky?

    @latqueire:
    makasih, yanti raffael.

  • Nyante Aza Lae

    jd pengen niy maen2 ke sono..ntar deh klo dq dianggkat jd dubes..gedubrak..

  • sawali tuhusetya

    mbak yulfi punya bakat besar juga di bidang fotografi, mbak, hehehe .... gambarnya bagus2 dengan pengambilan angle yang tepat, terkesan indah, artistik, dan eksotis. wah, seni patung kontemporer? kok tiba2 saja saya jadi ingat seni panggung bergenre "happenging art". mereka bebas berekspresi dan lebih banyak melakukan improvisasi sehingga dibtuhkan kreativitas seni panggung tingkat tinggi. seni patung kontemporer pun agaknya sangat membutuhkan modal imajinasi dan kreativitas yang luar biasa.

  • Luigi Pralangga

    Sebuah pemandangan dan sajian seni yang unik :-) meski di tanah air hal seperti ini bisa terbilang masih jarang sekali ada.. moga2 jadi inspirasi..

    Foto2nya keren pisan, euy! - Salam hangat dari afrika barat.

  • Marshmallow

    @nyante aza lae:
    ntar kalau aku udah jadi presiden baru kamu aku angkat jadi kedubes ya, ito lae?
    *gedubrak juga*

    @sawali tuhusetya:
    duh, tersipu-sipu deh dipuji. makasih, pak sawali.
    tentunya imajinasi dan kreativitas dibutuhkan untuk tiap karya seni. lebih terutama lagi bagi seni kontemporer yang tidak realis itu ya, pak?

    @luigi pralangga:
    afrika barat? fiuh! jauh bangets!
    makasih udah jauh-jauh datang, mas luigi. naik apa tadi?
    makasih juga untuk apresiasinya.
    selama di bondi beach waktu itu saya sebenarnya mikir, kalau ajang seperti ini diadakan di tanah air, yang ada patungnya hilang semua. wong kebanyakan terbuat dari metal berkualitas. mengherankan bagi saya karena di bondi, bahkan tag yang sekadar diletakkan di tanah dekat patung-patung itu saja pun tak ada yang hilang, padahal bondi adalah tempat terbuka dan tidak diamankan secara khusus loh.
    hmm... mungkin itu yang jadi tantangan terberat bila diadakan di tanah air. bukan mengecilkan, sekadar berkaca dari pengalaman selama ini.

Post a Comment

Thanks for your comments, it's an honor.