Setelah perjalanan selama empat jam lebih, tibalah rombongan di Canberra. Cockington Garden menjadi tempat perhentian pertama selama satu jam. Dari sana barulah perjalanan dilanjutkan memasuki kota.
Maafken, Sodara-sodara! Bukan mau narsis, soalnya foto di Cockington Garden cuman ini, ntar disangka hoax kalau gak ada skrinsyutnya. (Duh, alasanku begitu indah dibaca yak?)
Canberra lengang sekali merupakan gambaran pertama yang struck me saat memasuki kota ini, state yang secara geografis berada di dalam kawasan New South Wales—yang beribukota Sydney—rumah sementaraku ini. Canberra adalah satu di antara sedikit ibukota negara yang khusus didisain sebagai kota pemerintahan saja. Itulah kenapa kota ini sangat lengang, penuh dengan bangunan pemerintah dan kantor-kantor pemerintahan yang tertata rapi. Saking lengangnya, beberapa kali aku ketemu iklan bertuliskan ajakan untuk menetap secara permanen di Canberra, sebangsa: "Love it here? Why not live here?" atau "Invite your friends to stay in Canberra permanently." (Kebayang gak kalau Jakarta kayak gini? "Ayo menetap di Jakarta, lengang banget! Gak perlu bikin KTP, gak perlu lapor Pak RT!")
Kunjungan berikutnya adalah Floriade, sebuah taman tulip yang luas. Beragam bunga tulip tumbuh di sana, bewarna-warni. Beragam jenis tulip tersebar di seantero taman, beragam pula warna dan konfigurasinya. Ada yang disusun berdasarkan keseragaman warna, ada pula yang sengaja dicampur dalam satu bank, dan beberapa bahkan membentuk konfigurasi tertentu semacam keyboard piano dengan barisan tulip hitam (sebenarnya ungu gelap) dan putih.
Di dalam taman terdapat pula sebuah danau tempat beragam unggas hidup, termasuk sepasang angsa hitam berparuh merah yang sangat cantik dengan empat anak mereka yang masih sangat muda karena kelihatan masih botak bulunya. Melihat keharmonisan keluarga angsa ini, tak heran kalau angsa dijadikan hewan lambang cinta.
Setelah satu jam lebih di Floriade Garden, perjalanan dilanjutkan menuju Parliament House. Sebenarnya ada dua gedung parlemen di Canberra, yang kami kunjungi—berada di satu ketinggian—merupakan Parliament House yang baru. Menurun dari sana tepat di seberangnya terdapat Old Parliament House yang memanjang dan bercat putih.
Untuk masuk ke dalam Parliament House, pengunjung harus melalui pemindaian. Di situ aku terpana menyaksikan keramahan para petugas. Walaupun bertubuh besar dan gagah (uhuy!), penampilan mereka tidak membuat takut karena jauh dari kesan sangar dan menyeramkan. Kayak gini aku demen aja keluar masuk deh. Hihi! (Sambil ngelamun seandainya aku pura-pura pingsan kemudian dibantu pernapasan buatan. Huaaa... ngarep!)
Konstruksi baja yang menjulang di puncak Gedung Parlemen baru, diambil dari roof floor, serta Gedung Parlemen lama bercat putih yang berada tepat di seberangnya.
Setelah sekitar 45 menit di Gedung Parlemen, perjalanan dilanjutkan dengan mengelilingi kota Canberra, termasuk memasuki kawasan kompleks kedutaan besar. Terdapat kantor-kantor kedutaan berbagai negara dalam kompleks yang luas tersebut. Saat melalui kantor Kedutaan Besar Cina, semua penumpang berseru penuh kebanggaan, kecuali kami bertiga tentunya. Tak lama bus pun melintasi kantor Kedutaan Besar Indonesia, dan giliran kami bertiga yang berseru norak. Rasanya bangga melihat kantor kedutaan negara kita di negeri orang, padahal biasa banget sebenarnya kan? Tapi rasa memang tak pernah bohong!
Kota Canberra kami tinggalkan pada pukul lima sore, pulang menuju Sydney. Pulangnya kita bertukar bus, bergabung dengan bus perusahaan travel serupa yang akan kembali ke City Entertainment Center, berhubung bus yang kami tumpangi terdahulu akan pulang menuju Hurtsville. Di bus ini kami bertiga—aku, Fika, dan Herlina—duduk terpisah jauh, sehingga perjalanan membuat bete, tidak ada lagi teman ngobrol. Televisi di bus memutar konser Andi Law yang lagi-lagi Beijing banget. Syukurnya di bus ini sang supir tak terlalu talkative seperti William, supir di bus sebelumnya. Jadi sewaktu si supir ini sekalinya ngomong, kupikir pasti penting. Aku bertanya pada ibu yang duduk di sebelahku, tak kusangka si ibu malah tersenyum menunjukkan ketidaktahuannya.
“Hah? Jadi ibu itu gak ngerti bahasa Mandarin juga?” tanya Fika sewaktu aku ceritakan.
“Bukan gak ngerti bahasa Mandarin, tapi gak bisa bahasa Inggris!” jawabku.
Perjalanan yang aneh namun cukup menyenangkan. Paling tidak aku belajar satu ungkapan dalam bahasa Mandarin: xie xie. Tadinya kupikir xie xie berarti “turun dari bus”, karena supir mengucapkannya saat para penumpang turun dari bus. Sekarang aku mengerti, xie xie ternyata berarti “hati-hati di jalan!”.













Wah..asyik juga refreshing di Canberra ya! Ntar saya ajak murid-murid saya jalan-jalan kesana...lihat-lihat Floriade Garden yang indah itu ...sampai juga ke Parliament House. Tapi hiks..hiks..hiks mungkin cuma mimpi kali yeee...
hmmm .. lengang banget yah ..
bangunan kota suasana kampung ?
lha trus orang-orang pada ngumpul dimana?
yang demo kok ngga keliatan di gedung dprnya, apa mereka nyediain stadion khusus buat para pendemo ?
btw, itu jepreten siapa yah, bagus banget buat walpaper .. :)
Bu dokter lucu juga :D
(kabur ah, ntar digetok)
hhhh.. warnanya bener-bener Canon, fotonya keren! (skill fotografernya sih biasa-biasa aja menurutku, hahahaha - iri mode: ON)
Ooo, ke Floriade toh, kirain ke Restoran Cina, atau klenteng.
@syamsuddin ideris:
katanya memang bakal ada wisata seluruh siswa dan guru sekolah seindonesia ke canberra, pak syams.
pengumuman resminya bakal ditayangkan mendiknas di acara "mimpi kali yee".
hehe, becanda mulu nih si marshmallow!
@mascayo:
duh, pendemo dikumpulkan di mana, ya?
*mikir keras*
abis nanya sama tour guide dijawab pake bahasa mandarin, gak mudeng saya.
silakan dikopi aja foto-fotonya, mas.
tapi sayangnya semua udah ukuran resized.
@utcahnovsky:
weh, mau kabur ke mana tuh?
sini! hayoh! jangan lariiii...
@superlazy:
sirik tanda tak mampu, weeekk...
ya iyalah ke floriade, masak ke danau toba.
keren taman bunganya
apalagi di jadiin tempat mojok :lol:
:D
Berarti harus belajar bahasa Mandarin...anak sulungku sempat belajar, tapi terus nggak diteruskan karena sibuk kerja, padahal katanya menarik (masih terbayang dia memonyongkan mulut...karena tulisan sama, lafal berbeda, artinya bisa beda...)
keren foto-fotonya, khas jepretan uni.
ibukota negaranya lengang? asyik gak kayak jakarta yg sumpek. berarti gak ada laporan mudik di tv ya...
xie xie bukan artinya terima kasih "turun deh lu sana!".... huehehe..... :D
I communicate in several languages using translators and keep a cheat sheet of languages via my first blog post at Internet Love Caravan :D
Cantik mbak, lagi asik berenang ya.. hehe ups!!!
asik jln2, hehe.
di indo wlau jln2 tp kok ttp ngiri yah klo liat suasana di luar, hehe *yaiyalah kee....*
Waktu di Floriade, nggak norak petik-petik tulip kan? Khawatir aja. Inget kebiasaanmu soalnya.
Dan soal pernafasan buatan itu, duh, para penjaga yang ramah itu tetap punya selera kali.
(du-du-du-du-du...)
@fanz:
weleh, malah inget mojok pula dia!
@edratna:
bener, bu. katanya bahasa mandarin kesulitannya di situ.
jadi ingat iklan kurir (DHL kalau gak salah) yang mengedepankan soal beda pelafalan dan intonasi yang bikin beda pengertian ini.
jadi sekarang si sulung gak pernah praktek mandarin lagi? sayang, dong.
@zulmasri:
makasih, pak zul.
foto-fotonya biasa banget sebenarnya, waktu itu lagi kurang mood motret-motret.
laporan mudik di canberra?
haha!
@yari nk:
wah, makin bingung nih saya.
jadi arti xie xie yang benar tuh yang mana dong, mas yari?
@love caravan:
thanks.
@alifia82:
aaaal... itu angsaaa... bukan akuuuu...
dasar si al, dodol juga ya?
@ikeys:
gak usah ngiri, ke.
aku juga suka jalan-jalan di tanah air, belum kesampaian aja menjelajahi banyak tempat.
@DM:
petik-petik tulip? maksud lo, dol?
memangnya aku klepto? dasar!
dan soal pernapasan buatan, memangnya mereka kayak kamu yang kalau nolong orang pake milih-milih gak ikhlas gitu?
mereka mau banget nolong aku kaliii... mau muntah tapi!
wakakakak...
kenapa ngga bareng anak anak indo ke sana?
kan biasanya sudah dikoordinasikan sama anak-anak pengajian?
seru juga..
jadi ingat masa lalu... hehehe
akhirnya ya...
si ibu ini menjadi narsis sejati...
dan mulai berani menunjukkan siapa dia sebenarnya....
uoooyyy pembaca...
si pemilik blog ini yang memakai tutup kepala putih dan berbaju putih... hahaha
PUASSSSS..........!!!!!
Hmm... indah ya...
Jadi.. Canberra dengan Sydney, which do you prefet the most, mbak?
xie xie itu artinya terima kasih mbak...
@bakhrian:
babeee...!!!
niat banget sih lu ngerjain aku?
gitu yang ngakunya teman? dasar!
*sambil ngasah golok buat balas babe*
@bowbee:
suka mana? jelas sydney, dong!
bisa frustrasi aku kalau musti tinggal di canberra, bob.
oh, jadi xie xie artinya makasih toh?
haha! si boby, malah dibahas.
fei chang gan xie, bob!
Andai Jakarta kayak Canberra, mungkin aku akan lebih betah tinggal n kuliah di sana
xie xie bukannya artinya terima kasih? *ketauan saya ga pernah kemana-mana* :P
Kalau ada waktu luang, mbo ya saya diundang kesana dengan jaminan akomodasi transportasi hati...
Andai di Canberra pada ngomong bahasa Indonesia..ya gak papa, saya mah belum ada kemungkinan bakalan ke sana hehehe...
Padahal lumayan kalo bisa poto-poto sambil berenang kayak mbak Marsh hihi..ups!
@orangndut:
yang lebih penting mungkin bisa lebih fokus sama pelajaran, gak banyak distraksi.
regardless internet tapi! teteup...
@manusiasuper:
yee... ini satu lagi ngebahas xie xie. haha! dasar si mansup.
banyak banget yang musti dijamin, udah aku yang undang. gimana sih?
@alifia82:
mau bahasa apa aja mah terserah kita atuh, al.
yang jadi soal kan, orang bakal ngerti gak?
haha, si ibu guru makin makin aja deh...
pengen kamera SLR, beliin ya......*narik-narik baju"
wah serasa mengikutinya langsung asik ya dibagi ceritanya seolah ikut menikmatinya
salam kenal
"Sambil ngelamun seandainya aku pura-pura pingsan kemudian dibantu pernapasan buatan. Huaaa... ngarep!"
Hahahaha... gimana tuh muka ni Hy pas nglamun? sambil kedip-kedip centil nggak?
hai, xie-xie itu artinya kamsia, kamsia itu artinya maturnuwun, terima kasih!
:D
heheh lah narsys uni kini yohh,, tp yang ma nyo uni tuhhhh :D
Lagi study banding ya ?
@kotaksurat:
*sreeekk...* (suara kain baju robek)
tuh kan, si chal iseng banget sih narik-narik baju aku.
@genthokelir:
bukannya mas gentho emang ikut kemarin?
lupa ya? deeuu... segitunya pelupa.
@yoga:
kalau kedip-kedip sih namanya kelilipan kali, yo. yang ada aku tuh ngiler. (ghyaaa... parah!)
haha! ini lagi si yoga ngebahas xie xie.
hen gan xie, yo!
@zoel:
syukur masih belum bisa teridentifikasi.
fiuh! *ngelus dada lega*
@ubadmarko:
studi banding? hmm...
yang saya tau dan sering lakukan itu studi banding pasar, mas ubad: membandingkan barang di mall satu dengan mall yang lain alias (window) shop til drop. haha!
(cuman sebatas membandingkan dan cuci mata, soalnya kalau beli gak sanggup. hehe!)
saya sudah berkali-kali berkunjung ke blog mbak yulfi, tapi kenapa yak, komenku selalu ndak bisa muncul. kali ini ingin mencoba masuk lagi. mudah2an bisa langsung masuk dg mulus, haks. xie, xie, maturnuwun.
Buah pepaya,
jatuh dikali
Ijinkan saya,
mampir lebih dari satu kali....
Habisnya..kalau satu hari saja nggak mamapir ke sini..badan rasa lemes semua....hee.hee..he..Apa hubungannya ya?
BUkannya xie xie artinya terima kasih uni? Abis kalau aku tawarin makanan, temen dari China suka ngucapin itu....apa karena kita dah ngasi sesuatu makanya kita kaya didoain biar hati2 dijalan yah? hihihi.....
@sawali:
masuk tuh, pak!
mulus!
bu ke qi, pak sawali.
*ikut bingung juga kenapa pak sawali suka susah komen di sini*
@syamsuddin idris:
pepaya kok jatuhnya di kali
ketimbang bonyok mending dipetik
saya ijinkan mampirnya lebih sekali
pengunjung terbanyak dapat piring cantik!
@indira:
gitulah, in.
makanya rajin-rajin aja ngasih makanan sama orang cina, biar didoain "hati-hati di jalan".
kok kita ngak ketemu ya buk ? hehehehehe ibu lagi dimana persisnya tuhh...?
loh loh.. tante dokter yang sebelah mana??? harus detail donk ngasih screenshot. Sekalian kasih keterangan yang lengkap. :P biar yang liat lebih mantap, dan nggak akan dianggap hoax sekaliii..
uni, minta yahoo mesanger dong....atau uni coba minta Ym warga kampung blagu lainnya...biar suatu saat kita bisa confrence pake YM asyik gak tuh.....secara uni yang ketua RT, memulai kampung balgu, maka uni harus mendata warga dengan lengkap hahahahahaha
Canberra seperti ga ada kehidupan ya...asli sepiiiiiiiiiiiiiiiiiiii banget, weekend pun sepi abis!!! Yang aku suka cuma suasana jalan tol dari Sydney -Canderra-Sydney...banyak kuda, sapi, domba...kaya di film-film...
Mba harusnya mampir ke Kedubes Indo, ada mas-mas yang guanteng banget di sono, aduh lupa sapa namanya...cakeeeeeeeeeeepppp, suwer!
-Chandra-
@imoe:
wah, imoe yang mana tuh? kok bisa gak ketemu, ya?
trus apa maksudnya aku disuruh mendata warga kampung blagu? ketua RT pula. weleh, weleh...
YM aku sama dengan alamat email tiap berkomen di blog kamu kok, moe.
@fisha:
cari sendiri atuh, dam.
mosok udah ditampilin, timbang menentukan pun masih bingung?
@ano a.k.a. chandra:
aku juga suka perjalanannya, banyak padang rumput yang didiami ternak.
tapi kalau kelamaan pemandangan serupa gitu ngebosenin juga, iya gak seeehh...
hah? jadi ada cowok keren di sana? serius, chand?
d'oh, penyesalan seumur hidup deh!
musti balik nih! gak bisa gak, musti balik banget nih!
(ternyata canberra bisa menyenangkan juga dong ya? hihi!)
foto2nya keceh mbak..btw tuh xie xie tuh artinya "maturnuwun..bayar woy ongkosnya!!!"
foto2nya keceh mbak..btw tuh xie xie tuh artinya "maturnuwun..bayar woy ongkosnya!!!"
Eh, sama atuh, di Melbourne juga saya pernah baca slogan :"Love Melbourne? Why not live here?". Tapi Canberra mah terlalu sepi bagi saya...
Baidewei, sukaaa deh ngeliat foto tulipnya yang belang-belang itu, cantik banget, serasa bercermin dah... ^_^
wah, foto2nya apik. mau dong ke sana. usul : bikin cerpen dong dengan latar belakang Canberra.
@novnov:
ah, telat, jeung!
aku udah mengambil keputusan kalau xie xie artinya "banyak".
abis emang banyak banget yang ngusulin artinya dari kemarin.
@utami:
emang melbourne juga sepi?
ada utami dan indira masih sepi juga?
wah, wah! gak bener ini!
cantik dan serasa becermin? huaaaa... ini mah narsis udah stadium akhir banget, end state narcissism! musti amputasi kepribadian deh kayaknya.
@fatamorgana:
cerpen dengan latar belakang sydney aja dulu, ya?
udah baca, belum?