Monday, September 15, 2008

For my dearest old pal

With my two best friends in 2007, Indonesia

Back in 2002, I was young and naive, inexperienced and ignorant.

Pagi itu bulan September di Hotel Mirah Bogor. Aku dan sahabatku, Ita, tengah berenang di kolam renang hotel, hanya ada kami berdua di sana. Hotel saat itu fully booked, berhubung ada Asia Pacific Conference of Tropical Medicine. Kebanyakan penghuni hotel adalah, seperti halnya kami berdua, peserta konferensi dari berbagai wilayah di Indonesia, berikut pembicara dan utusan negeri-negeri jiran dan Australia serta negara-negara Asia Pasifik lainnya. Pagi itu orang-orang tengah sibuk menyantap hidangan sarapan, namun hanya ada seorang yang menikmati makanannya di pool side area. Orang itu pernah kulihat di hari pembukaan konferensi. Seorang pria bule bertubuh besar, berwajah merah, usia pertengahan. Sepertinya dia tak begitu ramah.

Namun aku suka berkenalan dan memiliki banyak teman, sejak dulu lagi. Ingin sekali berkomunikasi dan menjajagi perkenalan dengannya. Pastilah dia seorang yang berpengaruh di kalangan Tropical Medicine di kawasan Asia Pasifik.

Sir, do you have the time?” tanyaku dari dalam kolam.

Dia melirik arloji di lengannya, “It's ten to eight.”

Thank you!”

No worries!”

That was it! Tidak ada senyum, tidak ada further conversation dan dia tidak terlihat membuka diri. Hmm... ternyata memang tidak begitu ramah. (Hey, what did I expect anyway?)

Siangnya saat kulihat ia berada di konferensi, dengan penuh percaya diri aku menyapa, mengingatkan bahwa aku adalah orang yang bertanya waktu paginya di hotel. Akhirnya kami berkenalan dengan resmi. John nama panggilannya, dia bekerja sebagai peneliti untuk agrikultur di Australia, tinggal di Canberra. Kekhususannya adalah hama pertanian. Dia ada di Bogor dengan kapasitasnya sebagai supervisor yang membawa sejumlah peneliti muda Australia untuk membacakan laporan riset mereka di acara tersebut. Aku dan Ita yang belum berapa lama lulus sekolah dan baru saja bekerja di Universitas saat itu memang tak punya pengalaman apa pun di bidang yang baru kami cemplungi ini. Sangat-sangat awam!

Tapi sejatinya kami selalu berani dan berusaha menambah teman. Tak hanya John, kami juga berkenalan dengan Akira, seorang profesor Parasitologi dari Asahikawa University Jepang, Dato' Khairul, seorang profesor di University of Malaya Kuala Lumpur serta Ramachandran, profesor yang menjadi konsultan WHO dalam bidang penyakit tropis.

Dengan bermodalkan bahasa Inggris seadanya namun kepercayaan diri yang penuh – yang sampai sekarang pun masih mencengangkanku bila mengingatnya – kami berupaya menjalin perkenalan dengan orang-orang yang, kelak beberapa tahun kemudian baru kami sadari, merupakan tokoh-tokoh luar biasa di bidang yang kami tekuni ini. Dan mereka ternyata saling kenal pula satu sama lain dengan baik.

Sepulang ke kota halaman masing-masing, aku mengirim email kepada John, tak berharap apa-apa, apalagi dibalas.

Namun ternyata, sudah ratusan email yang saling kami kirimkan hingga kini. Isinya menceritakan perjalanan, pengalaman dan cita-cita masing-masing. Well, mungkin lebih kepada John yang kerap bertanya padaku mengenai keinginan dan cita-citaku ke depan.

John dianugerahi predikat Honourable Citizen oleh Ratu sekitar dua tahun yang lalu, semacam Duke kalau di Inggris, meneguhkan kedudukannya sebagai tokoh terpandang di negeri kangguru. Dia sudah pensiun dari pekerjaannya di pemerintahan, namun kemudian menjadi konsultan WHO dan bepergian ke berbagai negara di dunia; dia selalu menceritakan kisah perjalanannya melalui email. Tahun lalu dia sempat mengunjungi Jakarta guna mendiskusikan satu kebijakan kesehatan bersama Menkes Siti Fadillah Supari. Disempatkannya pula terbang ke kotaku hanya untuk bertemu dua sahabatnya, Ita dan aku.

John, my dearest old pal. Tak terasa pertemanan ini sudah berlangsung selama enam tahun. Tiap bertemu dia pasti memelukku hingga tubuhku terangkat tinggi. Kemudian mencium kedua pipiku dengan penuh sayang. Tak menyangka kalau dulu perkenalan yang dingin dengan orang ini dimulai dengan menanyakan waktu di pinggir kolam renang saat sarapan pagi.

You are a good PhD material! Keep studying!” Begitu dia selalu memotivasiku. Aku sudah seperti anak perempuan baginya, a daughter that he never has. “I am not travelling anymore now. My responsibility is Sue and you, so I am not leaving Australia until you finish your study.”

Hari ini John berulang tahun. Entah yang keberapa, dia tak pernah memberitahu. Tapi aku selalu berharap yang terbaik baginya. Yang terbaik pula buat Sue sang istri yang sedang berjuang melawan kanker usus yang sudah beberapa tahun terakhir menggerogoti.

Happy birthday, John. I wish you all the best.

Catatan kaki:

Hasil kepedean tingkat tinggi berkenalan dengan tokoh-tokoh hebat di konferensi enam tahun yang lalu saat aku masih lagi orang baru? Hingga kini Prof Akira adalah sahabat peneliti yang setiap tahun bekerja sama di lokasi penelitian kami di Samosir dan Bali, sudah beberapa literatur dan paper yang dihasilkan bersama (walaupun kontribusiku sangatlah tak seberapa, namun salah satunya sempat kubacakan pada pertemuan Asia Pasifik berikutnya di tahun 2006). Prof Dato' adalah teman baik yang selalu kutemui dan pernah memberi referensi bagiku untuk memperoleh beasiswa sekolah, sedangkan Prof Ramachandran menjadi salah seorang guru terbaikku saat di KL.

Moral: jangan pernah merasa tidak percaya diri dalam menambah teman, betapa pun keterbatasan yang kamu miliki! Siapa yang tau rejekimu datang dari bertemu siapa, kan?

32 comments:

  • DM

    Hai! Aku buru-buru. Tak sempat membaca dengan tuntas. Baru sampai di adegan kolam renang (hihi). Nanti kusambung lagi. Tapi,

    makannya tampak sedap. Dan Salam buat John!

    Nyam! Nyam!

  • Bakhrian

    salut buat ente...
    jadi makin tahu siapa ente..
    minder nih jadinya...

    anyway... disuruh PhD tuh ama si John...
    ngga disempai ketemuan? mumpung ente di Oz?

  • marshmallow

    @DM:
    ntar kusampein.
    makanannya?
    yang penting bukan apa yang dimakan deh waktu itu, tapi dengan siapa kita menikmati makanannya.
    waktu itu aku menikmatinya dengan sahabat-sahabatku yang luar biasa.
    itu yang membuatnya bermakna sekali, DM.

    @bakhrian:
    hwhaaat??
    gak usah hiperbola gitu deh, be!
    itu kan bisa-bisanya si john aja memotivasi aku.
    ente tau sendirilah gimana kapasitasku yang sebenarnya, yang psstt... gak ada apa-apanya...
    *sambil berbisik malu hati*
    hmm... ketemu dan terus kontak koq.
    dan tadi aku baru aja telepon dia.

  • suhadinet

    @ DM,
    kamu yang pertamax terus di sini... Ehem.ehem...

    @ Bakhri,
    kenapa minder Pak Be, kan Pak Be juga kuliah di Ozz, dosen kedokteran pula. He.he.. ada banyak persamaan tuh. Kayaknya Pak Be benar-benar ingin mengenali marshmallow.. Keep moving, be!

    @ Marshmallow,
    Orang yang kelihatannya gak ramah, barangkali adalah orang yang tulus. Mereka cenderung tak suka basa-basi. Mereka bicara apa adanya, mereka bicara benar. Selamat, punya keluarga di ozz. Walaupun beda kewarganegaraan dan etnik. Dia bisa jadi sandaran pengganti orang tua. I think you can lean on him mellow.

    @ John,
    happy birthday. God bless you, Man!

    @ Sue,
    Semoga sehat selalu, tabah. Penyakit bukan hal yang harus membuat kita menyerah pada hidup, lalu pasrah.
    =======================
    Udah ah, kebanyakan komen...
    Cabut dulu!!!!

  • marshmallow

    @suhadi:
    babe itu teman saya satu almamater dan satu program di sydney uni, tapi beda angkatan, suhu.
    dia sahabat baik saya.
    tapi koq sekarang malah ngaku belum kenal baik gitu.
    sebel gak seeehh...

    john memang keluarga saya di sini.
    mungkin benar kata suhu, orang yang tulus itu cenderung minim basa-basi.
    you are indeed a keen personality observer, dear friend.

    makasih banyak komennya, suhu.
    i always love reading your comment.
    nanti saya sampaikan salamnya ke john dan sue, pasti mereka senang.

  • novnov

    orang yang tulus cenderung minim basa basi...wuahhhh....aku tulus gak ya?....hahahahahaha...ih sweet story lho jeung, aku juga dulu pernah kepedean lho, mendekat ke atase pertahanan waktu lg kuliah di Beijing, dan sampe dianggap jadi keluarganya gitu...tapi sayang sekarang beliau udah tiada..hiks....
    btw lebaran pulkam gak?....boleh nitip belanjaan gak?..huahuahua tetep....belanja sampe mati.....

  • 1nd1r4

    I definitely agree with u sist, jgn pernah minder kenalan sama orang. Krn memang you'll never know what's going to happen next.....nice story :D

  • marshmallow

    @ichanx:
    waaa...
    ichanx telat bangeeeettss...
    blog ini mah isinya poto-poto mulu atuh, chaaanx...
    maksudnya kenapa satu aja gitu ya?
    wakakakak...

    @novnov:
    kita emang wanita-wanita kepedean, si jeung yang ibu pejabat (huaaa....).
    kan udah aku usulin buat mendirikan partai wanita kepedean.
    hahahaha...
    pulkam?
    gak tuh... hikss...
    nitip belanja dapur gitu, jeung?
    dari sydney?
    situ tega?

    @indira:
    bener banget, in.
    itu pelajaran yang paling berharga dari acara itu.
    secara waktu itu aku masih mentah banget, trus pede aja deketin orang-orang.
    eh, taunya sampe sekarang masih berlanjut berteman dan malah kerjasama dengan mereka, sebagian bahkan jadi sahabat.
    itu jalan rejeki.
    you never tell.

  • fisha17

    ok Sist... sekarang gue juga sedang menerapkan rasa percaya diri dalam mencari wanita. Betapapun keterbatasan yang aku miliki. hihihi.. Thanks ya pesen moralnya.

  • surauinyiak

    hmm... tungguin 2 tahun lagi (kelamaan gak ya?), aku bakal nulis di blogku bahwa aku pernah berkenalan dg seorang dokter luar biasa, dan aku bersyukur karenanya... :)

  • Eru Reed

    Wkwkwkw betul Sis,

    We never know dari pertemuan2 kecil dan bodoh bisa menjadi sebuah persahabatan yang keren! So Open our mind and heart...

    @ichanx:
    perasaan post disini ampir ga ada ga pake foto :D

  • marshmallow

    @fisha:
    pesan moralnya fleksible koq, dam.
    untuk nyari teman boleh,
    nyari rejeki oke,
    nyari pacar juga pas banget!
    gak dipungut royalti lagi.
    makanya, buruan!

    @surauniyiak:
    hahahahaha...
    da vizon berlebihan.
    tapi saya aminkan saja.
    bukankah saya bangga kalau dapat acknowledgment dari orang sebaik da vizon?

    @eru:
    nah, bener banget, ru!
    open your heart and smile
    *iklan minuman ringan*
    btw, si ichanx salah mengenali blog tuh kali ye?

  • pakde

    jangan pernah merasa tidak percaya diri dalam menambah teman, betapa pun keterbatasan yang kamu miliki! Siapa yang tau rejekimu datang dari bertemu siapa, kan?

    SETUJU!!
    kadang kita lupa padahal silaturahmi lewat pertemanan salah satu membuka link kemanapun....asli ini yang saya alami dalam hidup. Karenanya saya senang mencari teman.

  • ikeys

    yaaa... kdg kita mmg g prnh tahu org yg br kita knl akn sprti ap, tapi rezeki enggak kmn mbakkkk....
    y kn?
    palagi klo bsr pngaruh positifnya..

  • sawali tuhusetya

    persahabatan yang tulus melahirkan banyak hikmah. mungkin benar kata orang kalau persahabatan tak kenal batas2 geografis dan budaya. batas2 semacam itu bisa tertanggalkan jika egoisme behasil ditundukkan. mbak yulfi kayaknya telah berhasil melakukannya dg baik shg bisa menemukan sahabat2 semacam John atau prof akira yang memiliki kelebihan pada bidangnya. salam budaya!

  • marshmallow

    @pakde:
    silaturrahim adalah salah satu jalan rejeki kan, pakde?

    @ikeys:
    nah, bener itu.
    pertemanan yang tulus tak memandang bungkus dan latar belakang individu.
    kalau suatu saat teman kita beruntung, bukankan kita ikut kecipratan kebahagiaannya?

    @sawali:
    persahabatan yang tulus memang tak mengenal batas apa pun ya, pak?
    saya jadi berandai-andai kalau saja semua orang di dunia bisa saling mengenal dan mencintai orang lain dengan tulus, tak ada dinding yang dinamakan ras, budaya, dan agama.
    alangkah indahnya.

  • Manik

    Persabatan itu Memang sangat INDAH..

    Mudah2an semuanya bisa menjadi lebih baik lagi... dan semuanya akan INDAH pada waktunya ;)

  • catra

    saya curiga jangan-jangan mas daniel punya software yang bikin komen2nya pertamaxx trus... hehehe
    ya kan mas? *bcanda*

    uni, gimana cara nya buat make a realtionship dengan orang-orang hebat uni? selain berorganisasi apa lagi ya?
    awak pikir network itu sangat pentng dalam hidup. tapi itu dia, bagaimana cara mmulai untuk mendapatkannya.

    eh, kapan launching marshmallow.com nya uni??

  • marshmallow

    @manik:
    memang indah, asal kita tak punya pretensi apa pun yang bisa mencemarinya.

    @catra:
    DM itu mau dapat hadiah mangkuk cantik, cat.
    soalnya kalau sepuluh kali jadi pertamax di blog ini ada rewardnya gitu.

    hmm... kuncinya pede aja, sutan.
    waktu itu uni juga gak kebayang bahwa orang-orang yang uni temui di konferensi itu ternyata jadi orang-orang yang berpengaruh ke depannya dalam hidup dan karir.
    dan waktu itu uni masih sangat-sangat awam di bidang itu.
    satu lagi bahasa kali ya?
    kalau terkendala di komunikasi kan ribet juga.
    tapi sejauh kita bisa saling mengerti, hajar aja.
    balik lagi, pede gak?

    launching domain?
    hmm...

  • DM

    @catra:
    Nggak perlu curiga, Catra. Memang ada kok "software" yang bisa bikin komen kita selalu pertamax. Tapi sayangnya "software" itu terlampau manual. Dan, aduh, susah deh njelasinnya... Lain kali aja ya.

    @Marshmallow:
    Low, Marshmallow, yang kau janjikan waktu itu bukan hadiah mangkuk cantik, Mallow... Tapi seperangkat alat mandi. Tunai. (halah!).

    marshmallow.com? Launching? Ehem!

  • superduperlazy

    Baca sambil manggut-manggut...
    Hmm patut dicoba! Jereeeeng! (sapa tau dapat rejeki dan jodoh dari menambah teman)

  • marshmallow

    @DM:
    hayaah... error deh.
    seperangkat alat mandi?
    agen unilever kalee...
    ehem apaan marshmallow.com?
    itu kan bisa-bisanya si catra aja.
    kayak gitu dipercaya.

    @superlazy:
    udah sejak lama mustinya kamu coba, bro.
    eh, gak bosen-bosen ngingatin:
    k-e-d-o-k-t-e-r-g-i-g-i!
    udah dapat teman dokter gigi kan?
    manfaatin atuh.

  • utchanovsky

    ah hidup gw perasaan simple2 aja yak

    apa gw kurang peka

  • sonyssk

    sydney....mengajakku ke lorong waktu tahun 1988. Kampusku di UNSW, tinggalku di Coogie kemudian pindah ke Randwick, tempat ngumpul kawan kawan di Maroubra. Kapan ya aku bisa berkunjung lagi kesana ????

  • marshmallow

    @uchan:
    setiap orang pasti punya kehidupan yang berbeda, gak ada dua orang yang menjalani hidup yang persis sama kan, chan?
    berarti kehidupan tiap orang itu istimewa.
    not simple, but simply special!

    @sony:
    lorong waktu?
    ada michael j. fox gak di situ?
    hmm... visiting sydney once again ya?
    by all means, include visiting my blog, mas.
    gak musti bayar dan mumpung aku masih di sini buat bisa mengingatkan.
    hehehe...

  • Bakhrian

    @suhadinet: hmmm... pantas saya sering batuk batuk... rupanya nama saya di sini disebut-sebut.... xixixix

    saya sempat kenal ibu ini sekitar 3 bulanan... jadi belum kenal banyak.... tapi yang pasti seru...

    ingin lebih dekat lagi? ngga mungkin lah.... nanti ada pertumpahan darah... xixixixix....

    @ marshmellow: first impression saya ke ente kan salah, dulu ku pikir ente typically north sumatera... ternyata... mellow abbiisssss.... xiixix mungkin karena kenal ente belum terlalu lama... terus udah ngga satu tempat lagi...

  • marshmallow

    @bakhrian:
    wakakakak...
    whateverlah, be.
    ente tetap one of my best friends, biar ketemunya cuman sekian lama.
    sampe sekarang kan kita masih kontak, cuy.
    typical north sumatera ya?
    aku perpaduan banyak budaya, be.
    so don't let yourself get deceived by moi.
    hohoho...

  • bowbee

    Wah.. pingin juga nih punya temen kaya gitu...

    Kapan yah aku bisa menghadiri konferensi ato semacamnyah... :D

  • marshmallow

    @bowbee:
    suatu saat!
    aku yakin!
    you never tell, bob.
    sekarang cari teman malah lebih gampang karena ada media blog.
    bener gak?
    hehehe...

  • indrapamungkas

    *celingak-celinguk*
    kok komenku nggak muncul yaaa? T_T

  • marshmallow

    @indrapamungkas:
    yee...
    bukannya itu komen?

Post a Comment

Thanks for your comments, it's an honor.