Saturday, August 16, 2008

Senja di atas Botanic Garden

Rencana awal bertiga, bersama Fika dan Mbak Herlina, adalah mengunjungi Chinese Garden of Friendship di Darling Harbour, sebagai substitusi kunjungan yang batal ke Cockatoo Island Jumat ini. Keinginan sekadar rekreasi mengisi akhir pekan di kawasan sekitar kota Sydney, memang tak berniat jauh-jauh. Namun setelah berjalan kaki hingga tiba di taman dimaksud, rencana kedua ini pun kembali urung. Masalahnya pada musim dingin begini, daun-daun pohon menguning, membuat kesan eksotis taman ini gagal memancing minatku yang memang ingin berburu obyek pemotretan bagus. Kami putuskan untuk meneruskan perjalanan menuju Botanic Garden. Dari Darling Harbour kita keluar ke arah QVB, berjalan menyusuri George Street, berbelok menuju Hyde Park, kemudian menyusuri Macquarie Road di tepian pantai menuju Macquarie Point Botanic Garden.

Setelah sebentar mengaso sambil menikmati panorama Harbour Bridge dan Opera House yang saat itu hanya tampak sebagai siluet dengan latar belakang matahari senja, kami pun meneruskan perjalanan. Rencananya kembali menuju pulang, yang notabene bakal sangat jauh ditempuh masih dengan berjalan kaki.

Saat itu senja telah hampir larut, kita masih berada di sekitar Macquarie Street saat aku melihat bulan hampir penuh itu menggantung di langit. Matahari belum terbenam sempurna, warna sinarnya hangat membias di sebelah barat, tempat bulan itu kelihatan hampir transparan. Dengan kemampuan fotografi seadanya, aku mencoba mengabadikan keindahannya. Kamera diset dengan aperture f8 untuk memperoleh kedalaman gambar yang cukup. Tentu hasilnya tidak maksimal, karena keterampilan juga jauh dari memadai, namun nekat berharap keindahan yang terlihat mata mampu ditangkap kamera dan diteruskan melalui layar komputer pembaca.

41 comments:

  • Eru Reed

    Aperture itu apa ya?

    kenapa mesti f8 ya?

    * orang awam mode on *

  • utchanovsky

    Jadi inget rusun deket rumah
    kehkehkeh

  • realylife

    semoga senja nyang indah itu juga ada di Sumatera Utara dan Indonesia

  • Manik

    Kapan yah kira2 bisa ketempat beginian **ngayal**

  • DM

    Aku pikir senja itu hanya ada di karya-karya Seno Gumira Ajidarma...

  • kucingpemalu

    uni, uni posting foto mesum, yah?
    itu, foto yang paling atas, ada dua muda-mudi di atas rumput lagi ngapain, ni?
    gunting kuku berdua ya? :D

  • marshmallow

    @eru:
    eru pura-pura gak mudeng, ya?
    aperture itu luas bukaan diafragma, temannya shutter (kecepatan buka) untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke film atau CCD kalau pada kamdig.
    ngaturnya manual, dong.
    kalau aperture-nya kecil (biasanya angkanya malah besar karena terbalik), gambar yang diambil bisa lebih dalam jangkauannya. kalau bukaan gede, gambarnya bakal lebih fokus ke obyek dekat.
    *sok tau banget*

    @uchan:
    rusun ya? hihi... rusun kan sekarang ada yang dikelola suasta sebagai apartemen bersubsidi.
    apartemen juga toh jadinya?

    @realylife:
    hmm... masih sedih nih, bang said?
    koq puitis gitu komennya?

    @manik:
    makanya pulang dong ke sumut, kunjungi itu dantob yang top!
    lebih keren!

    @dm:
    senja ada di hati setiap orang yang berapresiasi.
    *ngomong apa sih?*
    sori, dm. aku buta sastra banget.
    sok mudeng aja.

    @kucing:
    bule mah pantang ketemu rumput atau bangku, musti jadi ajang cinta-cintaan.
    sambil berdiri atau berjalan aja jadi, apalagi berbaring.
    mereka ekspresif banget ya?
    makanya tak foto, siluet doang ini.

  • DM

    Ya ngomong soal apresiasi ;)

    Iya, dalam karya-karya Seno Gumira Ajidarma, senja sangat menonjol sekali. Ia bisa menceritakan sepotong senja menjadi begitu indah dan hebat.

    Bahkan orang yang buta warna, setelah membaca cerpen-cerpen SGA, jadi bisa membayangakan: betapa senja ternyata begitu dahsyat dan menganyutkan. Itulah kekuatan kata-kata, HY! :)

  • marshmallow

    @dm:
    pastinya hebat sekali seno gumira ajidarma itu ya?
    kalau baliau dahsyat melukiskan senja dengan kata-kata, maka aku tau diri untuk menyampirkan gambar yang bisa mewakili kemampuan menulisku yang sangat terbatas, dm.

    karena gambarnya juga dengan kemampuan minimal, maka terbukti ini sebenarnya upaya nekat untuk melukiskan senja.
    takut rasanya pesanku tak sampai.

  • Zahra

    Jum'at kemarin ya?
    Sama Uni.. Aq juga liat bulan hampir sempurna, pas itu aq baru kluar dari kantor..
    Subhanallah.. Indah..
    Tapi lebih indah senja disana ya.. :)
    salam kenal uni..
    *Ninggalin jejak at the first time*

    -zahra-

  • awi

    wah ndah banget, terutama foto saat senja itu

  • marshmallow

    @zahra:
    senja gak peduli di mana pada dasarnya indah, termasuk subuh.
    keduanya membuat langit jadi lebih bewarna.
    tul gak?
    thanks, zahra.
    jangan lupa datang lagi...

    @awi:
    indah, wi.
    mudah-mudahan pesan gambarnya nyampe ya?

  • achoey

    sungguh indah sobat
    foto2nya bagus :D

  • sawali tuhusetya

    sebuah pemandangan yang sungguh indah dan eksotis. senja selalu saja mengingatkan saya akan sebuah kelembutan, tetapi sekaligus juga sebuah misteri. tak heran kalau banyak penulis yang menggunakan kata "senja" utk menggambarkan masa-masa mendekati antiklimaks. btw, sorry banget, mbak yulfi, dah lama ndak meraba-raba, kekekeke .... jadi nggak tahu banget kalau nickname marshmallow adalah female tulen, weks .... maaf banget, ya, mbak! tadi dah baca postingannya, belum sempet komen. maklum, konek net seringkali "senin kemis", haks ...

  • pakde

    Asyik ya....airnya tenang banget, kebun botanic nya mana mbak?

  • novi

    Ehm..ehm...kali ini komennya gak serius lagi kok......itu yg diatas lagi ngapain? bermesraan kah ?.....ahahahahaa...senja mengundang ya?....pelesetan dari gerimis mengundang.....
    Senja emang selalu indah......sampai2 ada yg gak mau kehilangan senja dan menyimpannya dalam bejana (kalo ini sih cerpen yg gue baca di majalah heehehehe)
    Btw ada YM gak mbak?....kirim ke mail ku dong novnovaitian@gmail.com biar bisa ngobrol2 seru gitu.....if u don't mind lohhhh......

  • superlazy

    +jago aja nih bu dosen yg satu ini...
    fast learner!! skill-nya yahud & so pasti didukung teori yang mantap!

    Foto2nya keren, terutama yg #1. momentnya n objeknya pas banget. Sayang dulu gak sempat nyobain pose begituan, xixixi.

  • marshmallow

    @achoey:
    thanks, sobat!

    @sawali:
    female tulen?
    wah, eykeh sih gak tulen-tulen amat, bo. *bergaya melambai*
    hihihi...
    tepat, pak. senja memang indah namun misterius.

    @pakde:
    sedikit kebunnya adalah tempat saya mengambil foto siluet orang pacaran itu, yang dinamakan macquarie point.
    botanic garden sendiri luas banget dan pemandangan dari situ indah sekali.
    bagi kebanyakan orang pemandangan dari kebun itu ke arah luar lebih menarik dijadikan obyek foto dibandingkan di dalam kebunnya.

    @novi:
    pacaran, jeng. biasalah, pantang ada rumput mereka itu.
    karena kemarin aku gak bawa bejana, makanya tak simpen senja di dalam kamera.
    ntar aku kirim email ke kamu ya?

    @superlazy:
    waduh, makasih dukungannya.
    trus maksudnya sampeyan pengen nyoba pose begituan, atau pengen memotret obyek gaya begitu?

  • Catra

    jalan-jalan mulu yah uni..........
    kapan-kapan ajak donk,, hohohoho

  • suhadinet

    Kalau bulan pucatnya itu bisa lebih kontras dengan langit kelabunya itu pasti lebih keren fotonya ya marshmall?

    Tapi segitu juga udah oke banget..
    Sip, ini pakai tripod lagi?
    Jadi kemana-mana bawa tripod?

    @DM, cerpen SGA? Memang keren punya. Saya koleksi banyak. Soalnya kemarin baru nemu blognya di sukab.wordpress. Hebat sekali dia ya.. Saya sudah membuat cerpen untuk 17belasan. Kalau gak berhasil dimuat di radar banjarmasin minggu ini, saya mo posting di blog. Agak meniru gaya seno sih, hi..hi....

  • DM

    @ Marshmallow:
    Setiap orang kan punya caranya masing-masing. Dengan ragam versinya sendiri-sendiri. Aku pribadi lebih berpihak pada apa yang disampaikan, bukan bagaimana hal tersebut disampaikan.

    Ibarat karya sastra, aku lebih jatuh hati pada pesan yang hendak disampaikan dari karya tersebut ketimbang mengotak-atik bahasanya.

    @ Suhadinet:
    Suka SGA juga rupanya? Ya. Tahun 2000an aku sempat dekat dengan beberapa teman pengarang yang menggilai SGA. Tanpa kusadari, aku jadi terbawa arus surealis dalam merawi cerpen. Memang ada kenikmatan tersendiri. Meski kalau boleh memilih, aku tetap setia pada realisme.

    SGA, mengusung keberanian dan kebenaran melalui romantisme. Terasa nikmat untuk dikunyah. Lembut namun juga berisi.

    Jadi, apakah Alina masih menyimpan sepotong senja yang diberikan oleh Sukab, Pak Suhadi? ;)

    (Tak ada salahnya untuk mulai berpikir media nasional, Pak Guru. Ayoh. If you think you can, you can!)

  • marshmallow

    @catra:
    ntar upacara tujuhbelasan di konjen. yuk ikut!
    jangan bilang gak diajak lagi ya?

    @suhadi:
    memang kurang kontras, suhu.
    tapi sayang segitu aja hasil maksimalnya.
    makasih banyak atas review-nya lho, suhu.
    memang bawa tripod, cuman karena nemu yang ini pas lagi jalan dan tripod-nya udah disimpan (ngerepotin banget, sumpah), jadi yang ini cuman ditopang tangan doang.

    @dm:
    hmm... dua pemerhati sastra di blog buta sastra.
    jadi termotivasi untuk belajar lebih banyak nih.
    konten memang penting, tapi kalau disampaikan dengan cara yang kurang tepat, penerimaan bisa jadi salah juga. gak sampe dong niatnya.
    lain kali review tulisanku; konten maupun caranya ya?
    *ngelunjak*

  • zulmasri

    Senja, ah jadi ingat berbagai hal. Indah...

    Seno Gumira sang pengarang itu juga, telah menulis cerpen yg bagus, SEPOTONG SENJA UNTUK PACARKU. Bagus lho, uni harus baca. Versi Inggris kayaknya juga ada. Suasana yg jauh beda dg Mochtar Lubis saat nulis novel SENJA DI JAKARTA.

    Tapi membaca tulisan uni dan foto-fotonya jadi ingat THE BRIDGE OF MADISON CONTY. Aduh, novel lagi...

  • surauinyiak

    ini bu dokter atau fotografer ya? bingung... hehehe... :)
    rancak bana....

  • bowbee

    Bagus... keindahan fotonya sedikit banyak cukup tersampaikan...

    Itu dibalik gedung ada apa ya? Awan kah? ato kumpulan debu? ato gunung? *Ga pernah liat yang kaya gitu disini*

  • ichanx

    asiknyaaa.... gw mah senja di atas pohon kelapa... hahahaha

  • orangndut

    Wah.. keren banget fotonya...Belajar dimana sih supaya bisa mempotret kayak gitu? pengin...hehehe..

  • si Dion

    wuihh.. poto jembatannya kayak wallpaper uy... mantabh!
    btw, yang kena potret ntu siapa uni?

  • marshmallow

    @zulmasri:
    ya ampyun, banyak banget referensinya.
    makin menyadari bahwa saya gak mudeng sastra sama sekali.
    hiks...
    ntar deh dibaca juga biar saya gak ketinggalan amat dari para tamu.

    @surauinyiak:
    makasih, da vizon.
    dokter itu hobi se nyo.
    nan mamoto ko nan profesi
    hahaha...

    @bowbee:
    itu awan, bob.
    menariknya, langit cerah dan bersih, tapi awan kelabu seperti itu menggulung di sepanjang kaki langit.
    gak tau saya awan apa jenisnya.

    @ichanx:
    iya, elu sih kecanduan plurk, bukan mau menikmati senja.

    @orangndut:
    sejauh ini masih belajar sendiri, trial and error, sambil sering lihat hasil foto orang-orang.
    makanya masih banyak banget kekurangannya.

    @dion:
    thanks, dion.
    itu sih sepasang bule yang gak keburu nyari tempat yang lebih privat.

  • Gelandangan

    wahh pemandangannya bagus bersih :)
    kapan indonesia gitu juga yah :(

    salam kenal

  • DM

    Aku setuju bahwa cara penyampaian memang mesti dengan cara yang tepat juga. Tentu kaidah bahasa serta pakem penulisan tidak lantas tak diindahkan. Itu tetap mutlak. Hanya saja, pesan yang sesungguhnya biasanya lebih kuat ketimbang mengutak-atik bahasa. Atau mengindah-indahkan kalimat. Itu yang kumaksud.

    Kalau aku baca novel-novel Nawal el Saadawi, jujur saja, secara bahasa terasa biasa saja (ini murni penilaian pribadi). Tidak terlampau elok. Tapi apa yang hendak ia sampaikan, keberpihakannya pada perjuangan perempuan, wow, dahsyat sekali! Dari situ aku mencoba melihat bahwa sastra bisa begitu indah dan kuat tanpa perlu bermewah-mewah dengan bahasa.

    Review tulisan? Insya Allah… Ada honornya nggak? Hahaha. Becanda!
    BTW dua pemerhati sastra? Satu, Pak Suhadi. Lha? Satunya siapa… (du-du-du-du-du).

  • marshmallow

    @dm:
    untuk itulah maka ada editor kan, dm?
    sebagai peer reviewer untuk pakem penulisan?

    honor? ada dong, sebut aja apa dan berapa.
    mosok aku minta gratis dari editor hebat sekelas dm.

    iya, tiga malah.
    pertama pak suhadi, kedua pak sawali, ketiga pak zulmasri.
    dan satu sastrawannya.
    hmm... siapa ya? (du... du... du...)

  • DM

    @ Marshmallow:
    Aku ini penikmat sastra sajalah, Bu... :)

  • fisha17

    eh itu yang lagi berduaan di tepian siapa non??

  • taliguci

    dslr mbak? musti ngulik f8, hebat euy..
    ternyata.. profesi aslinya fotografer, dokter kan cuman sampingan aja, ehehehee

  • marshmallow

    @dm:
    penikmat yang hebat...

    @fisha:
    emang ada yang lagi berduaan di tepian? koq aku gak ngeh ya? asal jepret aja...
    ngiiii...

    @taliguci:
    wah, dslr terlalu mewah untukku.
    pengen sih.
    f8 itu aperture medium, sebenarnya gak cukup buat extended depth-of-field. mustinya pasang 22 atau 32 (halah, ngomong apaan ini).
    tapi berhubung kemampuan minimum aperture kamera cuman segitu, ya gitu deh.
    tapi kalau talguci lihat foto-foto di wollongong dan manly beach, itu semua pake pocket camera loh (olympus lamaku yang udah berusia 6 tahun, kecuali yang di nan tian temple, itu pake kamera teman).
    pocket ternyata gak terlalu mengecewakan juga kan?

  • taliguci

    @marshmallow: pocket juga oke kok, abis aku tiap hari megang nikon coolpix, hehehe..

    ni lagi pengen canon eos450d

    *nunggu menang lotere*

  • marshmallow

    @taliguci:
    eos450d ya?
    hmm... aperture-nya cuman f2.8.
    coba cari yang bisa lebih gede deh, kalau bisa sampe 32. waaa...
    *drooling*
    kalau menang lotre sih mendingan cari yang profesional punya.
    *mimpi menang lotre juga*

  • 1nd1r4

    Fotonya bagusssssss....kameranya pasti bagus juga.... *langsung meniatkan diri menabung buat beli kamera yg lebih bagus*

  • marshmallow

    @indira:
    teringat kata-kata seorang teman: it's not the camera that takes the picture, it's the photographer.
    (walah, omong opo iki?)

    sebelum ini selama bertahun-tahun aku juga pake pocket koq, in.
    siapa bilang pocket gak bisa foto keren? siapa? hah, siapa? bawa ke mari orangnya!
    *kumat*

  • 1nd1r4

    Aku yang bilang mbak *bersuara terbata2 takut diomelin uni marshmallow sambil berdiri menundukkan kepala*

Post a Comment

Thanks for your comments, it's an honor.