Thursday, August 21, 2008

Abandoning


Berita yang cukup santer beberapa hari terakhir, tepatnya sejak Jumat minggu lalu, membuatku trenyuh. Seekor bayi ikan paus yang ditelantarkan induknya di lepas perairan Sydney kini sekarat setelah lima hari tidak menyusu. Beberapa kali bayi paus ini mendekati perahu dan yacht untuk menyusu dari mereka karena salah menyangka perahu-perahu ini adalah ibunya. Para ahli yang prihatin telah mendiskusikan berbagai cara untuk menyelamatkan makhluk ini, mulai dari rencana untuk mensuplai makanan berupa 30megaliter susu tiap dua jam yang rasanya hampir mustahil, mengembalikannya ke rombongan ikan paus, hingga eutanasia. Tiap pilihan tentunya mengandung resiko yang bukan kepalang efeknya. Berangkat dari berita tersebut, aku tertarik untuk membahas mengenai penelantaran.

Tidak ada makhluk di dunia ini, terutama manusia yang rela ditelantarkan, lahir maupun batin. Penelantaran merupakan demonstrasi dari berbagai emosi, sebut saja ketakutan, ketidaksiapan, hingga kebencian. Dalam kasus ini, entah emosi mana yang menyerang si induk sehingga ia menelantarkan bayinya. Kasus penelantaran sudah lama dikenal dalam sejarah peradaban manusia, yang paling santer dan gampang diingat mungkin sejarah Nabi Ibrahim AS meninggalkan Siti Hajar dan bayinya Ismail di padang gersang sesaat setelah sang istri melahirkan, hingga muncullah mata air zamzam yang kita kenal dan gunakan hingga sekarang. Lebih banyak lagi kisah penelantaran yang dapat kita dijumpai sekarang ini.

Well, seperti telah kusinggung di atas, penelantaran tak semata-mata bersifat fisik. Namun yang hampir pasti, penelantaran tetap menimbulkan efek psikologis bagi pihak yang ditelantarkan. Sebagai manusia yang jauh dari kesempurnaan, besar kemungkinan kita pernah melakukan penelantaran, entah disengaja ataupun tidak. Ambil contoh aku sendiri, sebagai penghuni planet biru ini, aku tak luput dari penelantaran dengan mencemari atmosfir birunya dan mengotori buminya. Sebagai makhluk sosial, bisa jadi aku pernah menelantarkan perasaan manusia lain, entah dengan menyakiti, tak memedulikan atau lupa untuk berkabar. Sebagai blogger, aku mungkin pernah menelantarkan perasaan sahabat dengan menorehkan tulisan atau komen yang tak semestinya.

Untuk semua penelantaran yang pernah kulakukan, aku mohon dimaafkan lahir dan batin. (Sekalian dalam memasuki bulan Ramadhan yang kian mendekat, mari sama-sama membersihkan diri dan hati).

Updated news about Colin the abandoned baby whale: she was finally euthanised today (Friday 22/8) and the body was to be examined at Sydney's Taronga Zoo. *sob*

42 comments:

  • vin

    fitrah makhluk hidup untuk disayangi dan menyayangi. begitu juga hewan :)

    lam kenal

  • DM

    Tulisan "Abandoning" menyibak banyak sekali hal. Dibuka dengan lead tentang bayi ikan paus yang ditinggalkan induknya, lengkap dengan usaha para ahli yang berusaha untuk menyelamatkannya.

    Dari sana malah berangkat ke soal penelantaran. Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, Ismail hingga zamzam disodorkan sebagai contoh.

    Menyeberang ke penelantaran fisik dan non fisik yang berefek psikologis, penghuni planet biru, pencemaran atmosfir, serta pengotoran bumi. Belum lagi ditambah makhluk sosial plus blogger.

    Ujung-ujungnya, permohonan maaf menjelang memasuki bulan Ramadhan.

    Ups, baiklah. Kalau begitu mari kita mulai untuk tidak saling menelentarkan satu sama lain. Dalam konteks apa? Dijawab sendiri saja ya...

    Mohon maaf lahir batin.

  • fisha17

    inggih bu (kalo dah ibu2)- inggih mbak (kalo dah mbak2) ato inggih dik (hihihi takut ditempeleng lagi), iya saya maapin. Saya juga mohon maaf dari hati yang berada di dasar sekali, bila artikel2 maupun koment2 yang saya tulis kurang berkenan di hati maupun perasaan. Mari kita bantu anak2 kurang mampu dan telantar....

  • surauinyiak

    saya sudah minta maaf sama blog saya, karena sudah "menelantarkannya" cukup lama, tapi sekarang sudah "diperhatikan" lagi... :)

    met puasa ya uni dokter... ditunggu nih cerita serunya puasa di OZ :)

  • Bakhrian

    we have made mistakes sometimes... indeed... we live to forgive each others...

    now i am questioning about you to myself.... i should change my mind set about who you are.... ;)

  • Adieska

    No body perfect. So, selama kita masih masih bisa dan mau mengucapkan maaf, kayaknya nggak ada masalah deh :D Semoga makin bersih hati ya menjelang bulan baik :)

  • marshmallow

    @vin:
    iya, vin. makhluk hidup memang perlu kasih sayang.
    makanya kebutuhan pokok ada enam: sandang, pangan, handphone, internet, papan, dan kasih sayang.
    salam kenal juga.

    @dm:
    sama-sama, dm.
    review-nya komprehensif, makasih ya, dm.
    however, "menyibak banyak hal" itu maksudnya "gak fokus"?

    @surauinyiak:
    iya, dulu sempat lama da vizon menelantarkan blognya.
    syukurlah udah minta maaf.

    @bakhrian:
    why change?
    emang mind set babe selama ini bilang aku gimana?

    @adieska:
    kata maaf memang paling sulit diucapkan, ya?
    mungkin gak sulit kalau sekadar mengucapkan, tapi mengakui kesalahan itu yang berat.

  • tanti

    It is hurt to be abandoned,
    so abandoning is such a cruel thing..
    Hai Marshmallow,salam kenal !

  • novi

    *berharap jgn sampe ditelantarkan* hahahaha.....maaf lahir batin juga ya mbak....:-)

  • DM

    @ Marshmallow:
    Hei... itu bukan review. Aku sudah menyangka: pasti dikira review. Bukan... Bukan... Itu tetap komentar biasa.

    Yang kumaksud menyibak, tak lain dari membuka atau menyodorkan banyak hal dalam satu tulisan. Hanya saja karena ini tulisan dalam blog, penulisnya tentu lebih punya hak untuk menulis apa yang hendak ia tulis. Kalau ini dibawa dalam konteks artikel, memang terasa tidak fokus. Ada banyak contoh coba disodorkan, namun tidak memiliki batang utama.

    *hayah, sok tau*

  • suhadinet

    Pernahkah aku membuatmu merasa abandoned, Mate? Pernah pasti ya? Untuk itu aku minta maaf yang sebesar-besarnya. Mohon maaf lahir batin (*salaman).

    Perasaan lebaran masih lama deh!
    Tapi gak papa.. He.he..

  • marshmallow

    @tanti:
    hi, tanti. salam kenal kembali.
    makasih udah mampir.
    memang kejam menyakiti, tapi seringkali kita lakukan, sengaja ataupun gak ya?
    aku sih gitu.
    (hihi... makanya minta maap)

    @novi:
    sama-sama, jeng.
    jangan deh ditelantarkan.
    makanya nyuapin adam yang bener, gak usah pake mewek.
    pasti takut ditelantarkan cinta adam kan?

    @DM:
    iya... iya...
    intinya kan teteup, tulisanku gak fokus.
    hihi... namanya biar posting irit, tapi bisa banyak hal tersampaikan.
    soalnya blog ini argonya beda dari blog-blog lainnya, DM!
    hitungannya per entry.
    (google deh infonya, situ kan paling jago)

    @suhadi:
    pernah... gak... pernah... gak... pernah... gak... (wah, yang dicopotin kelopak bunga matahari, kelarnya besok deh).
    gak pernah, suhu.
    tenang aja!
    saya juga mohon maaf lahir dan batin.
    bukankah semakin sering minta maaf akan semakin baik?
    kalo nunggu lebaran takutnya gak nyampe.

  • Catra

    kasihan si paus, udah kayak anak jalanan aja. mirip blog saya juga yah,,, kemarin nih saya ibarat bonyok nya paus yang ninggalin anaknya. Tapi sekarang dah saya perhatiin lagi, banyak debu nya, kotor, sekaRAng dah dibersihin lagi.

    *sok sibuk mode on*

  • Eru Reed

    Hmm kasian pausnya :(
    BTW mo puasa ya bentar lagi :D

    Mohon maaf lahir batin yap :)

  • 1nd1r4

    Iya aku juga ngikutin berita si paus terlantar ini...kasian banget...semoga ga perlu di euthanasia...emaknya tega amat sich. Mohon maaf lahir batin juga, kalau ada kata dan laku yang tak berkenan :-)

  • 1nd1r4

    Sudah di-euthanasia pagi tadi mbak...so sad :-(

  • si Dion

    nggiih... saya juga mohon maaf lahir batin uni, smoga di bulan ramadhan besok kita sama2 ga menelantarkan bulan ini bgitu saja..
    btw, anak pausnya kasian.. paus juga makhlukNya

  • marshmallow

    @catra:
    jadi blognya udah diurus kan?
    bagus deh.

    @eru:
    iya, sama-sama, ru.
    jangan gak puasa loh ya?

    @indira:
    emang udah dieutanasia.
    sedih juga ya, in?

    @dion:
    amin, semoga amal ibadah bisa maksimal.

  • superlazy

    sedih banget...
    mohon maaf juga, semoga dpt bersih diri dan jiwa sebelum ramadhan.

  • Donny Verdian

    Yup!
    Saya juga dengar berita soal itu.
    Kasihan banget yah..:(

  • sawali tuhusetya

    menurutku, penelantaran termasuk kekejaman psikologis, mbak. semoga saja kata2 itu sudah mulai jarang terdengar di telinga kita. sungguh malang nasib makhluk yang telantar, mungkin termasuk anak si paus itu, hehehe .... mudah2an ini menjadi inspirasi bagi para pengambil kebijakan di indonesia utk tdk terus2 menelantarkan anak2 miskin dan anak2 jalanan. salam krwatif dan merdeka@

  • orangndut

    Iya saya maafkan,

    Tapi maafkan saya juga ya? kalo ada kata2 saya yang salah.

    Mari kita sambut datangnya Bulan Suci Ramadhan dengan hati yang bersih dan ikhlas.

  • Bakhrian

    hehehe... penasaran ya?
    dulu aku berpikir bahwa ente typically orang sumatera bagian utara... ternyata.... melow abeesss.... :)

  • marshmallow

    @superlazy:
    iya, iya, iya.
    tapi ke dokter giginya kapan?
    *emosi*

    @dv:
    mungkin jadi lebih sedih karena kisahnya diikuti itu ya, dv?

    @sawali:
    kalau kita bisa begitu mengasihi makhluk lain, mustinya kepada manusia dapat lebih baik dari itu ya, pak?
    tapi bagaimana pun, hewan itu kan makhluk Tuhan juga.

    @orangndut:
    ya, ndut.
    sama-sama kalau gitu.

    @bakhrian:
    you just don't know me well enough, be.
    tapi kan itu gunanya bertaaruf ya, untuk dapat saling mengenal dengan lebih baik.

  • ichanx

    oke.. oke... dimaafin.. tapi itu si bayi paus.. mmm... kalo dimakan enak kali ya??? *muka kejam* hahha

  • taliguci

    maafkan saya karena menelantarkan "abandoning", hingga tak sempat memberi komen pada paus kecil yang sudah tak bergerak ..

    slide photo streamlah yang membuat saya menelantarkan "abandoning"..

    maafkan saya..
    tapi memang fotonya bagus-bagus..

  • muhammadamrul

    kebayang donk, kalo ibu kita nelantarin kita....

    semoga tidak, dan alhamdulillah sampe sekarang tidak...

    *jadi makin sayang sama ibu...*

    salam kenal yup :)

  • marshmallow

    @ichanx:
    waaa... untung bukan kesasar di off shore kalimantan deh itu paus.

    @taliguci:
    no worries, buddy.
    you have all the rights to enjoy any published item in this blog.
    yang bikin bagus obyek-obyeknya kali ya, ky?

    @muhammadamrul:
    wah, bener tuh, rul.
    kayaknya itu moral yang gak kalah penting dari tulisan ini.
    salam kenal kembali.
    silakan bertandang lagi.

  • bowbee

    Colin... Sebenarnya kemana ya ibunya... *sob*

    Ya.. saya juga minta maaf kalo ada salah-salah kata...

  • marshmallow

    @bowbee:
    saya udah ketemu ibunya,
    katanya dia malu punya anak ikan paus,
    makanya ditelantarkan.

    maaf lahir batin juga ya, bob?

  • pakde

    Nyiapin susu buat bayi ikan paus???? ah yang bener mbak? serius nih? terus susunya susu apaan? Susu sapi atau...susus kaleng? Bayinya segede gitu gimana induknya ya...terus..terus..terus..updatenya gimana cerita ini, next story nya gimana mbak?

  • pakde

    Nyiapin susu buat bayi ikan paus???? ah yang bener mbak? serius nih? terus susunya susu apaan? Susu sapi atau...susus kaleng? Bayinya segede gitu gimana induknya ya??...terus..terus..terus..updatenya gimana cerita ini, next story nya gimana mbak?

  • marshmallow

    @pakde:
    makanya susah nyusuin bayi ikan paus, pakde.
    berita terbarunya kan udah saya kasih tuh.
    bayinya udah dibunuh, pakde.
    dibunuh!
    pakde yang tabah ya?
    *sambil terisak-isak*

  • imoe

    Selamat Ramadhan UNI, mohon maaf lahir bathin...

  • suhadinet

    Jadi bayi paus itu perempuan ya? Kok diberi nama colin? Seperti nama laki-laki.

  • marshmallow

    @imoe:
    selamat memasuki ramadhan juga, moe.
    mohon maaf lahir batin.

    @suhadi:
    tadinya disangka jantan, jadi diberi nama colin.
    setelah eutanasia ternyata ketauan jenisnya betina.
    katanya sih ditukar menjadi collete biar pas, tapi doesn't matter deh kayaknya, suhu.
    udah mati ini.
    eh, logat banjar lucu ternyata ya?

  • Gildo

    Ya, betul, artikel itu di blog saya bicara dari waktu Barack Obama tinggal di Indonesia.
    Kapan Marshmallow mau belajar bahasa spanyol? hehehehehe.
    Salam from Barcelona.

  • pakle...pakde

    wah..kalian kejam...hoa hoa hoa kejaaaam!! kenapa tidak dibiarkan hidup di laut aja....bisa hidup syukur nggak ya...biarin. koq malah di bunuh? kejaaaaaaaam. sungguh kejam.....btw di pepes di semur apa di bakar nih enaknya?

    mmmmh yummmmiiii

  • marshmallow

    @gildo:
    wah, mau banget kalau bisa belajar bahasa spanyol.
    gratis tapinya ya, pak?
    terus ada excursion-nya ke barcellona, gratis juga!
    *ngelunjak*
    hehehe...

    @pakde:
    walah, kirain pakde bener-bener sedih, taunya sadis!
    colin dibunuh karena dia udah menderita banget, pakde.
    daripada menderitanya lebih lama, harapan hidup juga tipis, dieutanasia saja.
    gitu pertimbangannya.
    lagian pakde koq begadang?
    ini udah lewat tengah malam loh!

  • DM

    @ Marshmallow:
    Memangnya kenapa kalau sudah lewat tengah malam?
    *dum-dum-dum*

  • marshmallow

    @DM:
    dum-dum-dum, ya?
    hmm... kalau malam mah mendingan ajib-ajib, mas.

    *telunjuk di depan jidat trus geleng-geleng*

  • alifia82

    Kasihan sekali ikan paus itu...

Post a Comment

Thanks for your comments, it's an honor.